KMS 2020 Didistribusikan, Pemkot Pastikan Genjot Program Pemberdayaan

YOGYA, KRJOGJA.com – Upaya penanggulangan kemiskinan sepanjang tahun ini tidak akan dikendurkan. Meski capaian program pengentasan kemiskinan sudah sesuai target, namun upaya pemberdayaan akan terus digenjot. 

Wakil Walikota yang juga Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kota Yogya Heroe Poerwadi, mengungkapkan merujuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dalam setahun harus bisa menuntaskan 2.000 jiwa dari keluarga miskin. "Kalau dari sisi kuantitas target RPJMD sudah tercapai, namun bukan berarti sudah selesai. Justru akan kami percepat agar tidak ada lagi keluarga miskin," tandasnya di sela penyerahan kartu fisik Kartu Menuju Sejahtera (KMS) 2020, Selasa (14/1/2020). 

Pemegang KMS 2020 merupakan hasil pendataan Keluarga Sasaran Jaminan dan Perlindungan Sosial (KSJPS) Kota Yogya sepanjang tahun 2019 lalu. Totalnya mencapai 14.359 KK atau turun dari tahun sebelumnya yang mencapai 15.282 KK. Pemegang KMS itu pun tidak ada yang masuk kategori fakir miskin, mayoritas justru keluarga yang rentan miskin.

Heroe menambahkan, pemberdayaan masih menjadi program utama untuk mempercepat pengentasan kemiskinan. Pendekatannya pun meliputi berbagai aspek yakni peningkatan pendapatan, mengurangi beban biaya keluarga, dan memiliki daya saing. "Bentuk kegiatannya bervariasi dan dikeroyok oleh semua OPD. Tidak sebatas memberi bantuan tapi juga ada pelatihan, akses modal dan lainnya," imbuhnya.

Dari sisi pemberdayaan, program Gandeng Gendong masih akan dijadikan unggulan. Begitu juga anggaran jaminan kesehatan yang dinaikkan hingga tiga kali lipat agar beban masyarakat untuk biaya kesehatan dapat terkurangi.

Di samping itu, program pengendalian inflasi juga tidak kalah penting. Pasalnya jika pergerakan inflasi fluktuatif akan berdampak pada kemampuan daya beli masyarakat akibat harga kebutuhan pokok yang tidak stabil. "Kami pun minta supaya kampung sayur semakin merebak di wilayah. Bagaimana warga itu memakan apa yang ditanam dan menanam apa yang dimakan. Ini supaya mengurangi ketergantungan komoditas di pasaran dan juga mengendalikan inflasi," jelasnya.(Dhi)

BERITA REKOMENDASI