‘Kolong Tangga’ Tutup, Yogya Terancam Tak Miliki Museum Mainan Anak

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kiprah Museum Pendidikan dan Mainan Kolong Tangga yang selama ini berada di bawah tangga lantai 2 Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta (TBY) dipastikan berhenti. Pihak pengelola TBY sejak 3 Juli 2017 memastikan tak akan lagi memberikan ijin museum tersebut setelah selesai proses renovasi yang saat ini mulai dilakukan.

Pengelola museum yang menyimpan koleksi mainan anak berbagai masa ini mengungkap, pihak TBY tidak memberikan tempat bagi mereka pasca renovasi nanti. Lokasi yang saat ini digunakan nantinya bakal difungsikan sebagai loket tempat penjualan tiket Concert Hall dan museum ini tak lagi bisa memperpanjang kontrak semenjak tahun 2013 lalu.

Padahal Museum Mainan Kolong Tangga semakin berkembang dari saat dibuat tahun 2008 lalu dengan koleksi yang mencapai lebih dari 18 ribu item. Pihak museum pun tak memiliki dana untuk pindah dan menyatakan keberatan dengan menyertakan dua pernyataan sikap.

“Kami kecewa atas pemberitahuan yang terlambat dan tidak adanya informasi batas waktu yang jelas bagi museum untuk pindah dengan cara yang sesuai. Kami masih belum memiliki tempat untuk memindahkan barang-barang dari museum,” ungkap Humas Museum Pendidikan dan Mainan Kolong Tangga, Redy Kuswanto kepada KRJOGJA.com, Senin (10/07/2017).

Pihak pengelola Museum Pendidikan dan Mainan Kolong Tangga hingga saat ini belum tahu akan pindah ke mana setelah permintaan pergi dari TBY. "Tanggal 3 Juli kami dapat surat pemberitahuan gangguan dan sehari setelahnya baru permintaan pengosongan dari Kepala TBY, kami tidak punya dana relokasi evakuasi dan harus pergi, ini membuat kami panik," terangnya.

Di tengah kepanikan inilah pihak museum mencari jalan keluar dan berfokus pada penyelamatan koleksi yang jumlahnya memang sangat banyak. Mereka mencari gudang untuk menampung sementara koleksi yang jumlahnya sangat banyak.

"Saat ini kami fokus dulu ke penyelamatan koleksi, evakuasi ke tempat sementara, cari gudang sementara dan cari donatur. Tentang rencana ke depannya, kami belum tahu tentang tempat baru, tetapi kami semua program tetap berjalan," terangnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI