Kompleks Kepatihan Malioboro, Dulu Tempat Tinggal Pepatih Dalem Kini Kantor Sultan

Editor: Ivan Aditya

2. Kanjeng Raden Adipati Danureja II (1799-1811)

Bergelar Tumenggung Mertonegoro, merupakan cucu dari Kanjeng Raden Adipati Danureja I. Ia terkenal dekat dengan kolonial Belanda, bertolak belakang dengan Sri Sultan HB II yang keras menentang Belanda. Mendapat hukuman mati atas perintah langsung Sri Sultan HB II.

3. Kiai Adipati Danurejo (Tumenggung Sindunegara) (1811-1813)

Dulunya bernama Mas Riya Mendura, putra dari Patih Danurejo I. Hingga akhir masa jabatan tidak pernah secara resmi mendapat gelar Raden Adipati namun karena masa itu bertindak sebagai patih, maka sering disebut sebagai Kyai Adipati.

4. Kanjeng Raden Adipati Danurejo III (1833-1847)

Bernama kecil Pangeran Joko Hadiyosodiningrat atau dikenal Sumodipuro, Bupati Japan (Majakerta). Ia menjadi patih pada masa Sri Sultan HB IV yang masih berusia 10 tahun.

Dikenal lebih setia pada pihak Belanda dan menggunakan kekuasaan secara berlebihan, menyerahkan pajak pengarem-arem persembahan rakyat untuk Kasultanan Yogyakarta kepada pemerintah Belanda. Hal ini menjadi salah satu pemicu Pangeran Diponegoro menjadi murka dan melahirkan perang Jawa.

BERITA REKOMENDASI