Komunikasi Sekolah dan Orangtua Perlu Tingkatkan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Generasi muda memiliki tata kelola dan pemahaman mentalitas terkait emosi dan perilaku pribadi yang cenderung lebih dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya terutama teman sebayanya.

Inilah yang sering menjadikan para siswa mengalami ketidak siapan untuk meminimalkan perilaku yang akan merugikan dirinya. Menyikapi hal itu, SMA Negeri 8 Yogyakarta selalu berusaha secara kontinyu mengawal kesuksesan siswa melalui proses pembelajaran dan seluruh kegiatan siswa di sekolah yang terprogram dan terkomunikasikan.

Baca juga :

Komunikasi Sekolah dan Orangtua Perlu Tingkatkan
Perpustakaan Sekolah Belum Semua Terakreditasi

"Komunikasi memiliki kontribusi penting dalam proses pendidikan. Oleh karena itu, komunikasi secara intensif antara orangtua dengan wali kelas selalu dilakukan. Sehingga seluruh aktivitas siswa menjadi termonitor dengan baik," kata Kepala SMAN 8 Yogyakarta, Rudy Prakanto MEng di ruang kerjanya.

Rudy mengungkapkan, masih maraknya kenakalan remaja bisa jadi karena longgarnya pengawasan orangtua terhadap aktivitas anak. Disamping itu, belum kuatnya program penerapan pendidikan karakter di sekolah sehingga tidak menjadi nilai yang berkembang dan melekat pada diri siswa.

Menyikapi hal itu, sekolah harus berusaha secara terus menerus untuk mengurangi dan menghilangkan perilaku menyimpang para remaja dalam wujud yang sesungguhnya. Misalnya dengan memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan potensinya. Khususnya dalam beraktivitas dan mengembangkan diri sesuai bakat yang dimiliki dengan dibimbing oleh instruktur atau pelatih profesional.

Sementara itu, staf pengajar UNY Dr Drs Hajar Pamadi MA menyatakan, tingkat kenakalan remaja seusia SMA cenderung menurun, sementara anak seusia SMP meningkat. Realitas ini antara lain disebabkan logika dan norma pemikiran siswa SMA mulai berkembang. Sementara anak seusia SMP memasuki masa transisi dalam upaya mencari identitas dan jati diri.

Hajar mengemukakan realitas itu pada sarasehan upaya penanggulangan kenakalan anak usia SMP di aula SMK Koperasi Jalan Kapas Yogyakarta. Sarasehan yang diselenggarakan Dewan Pendidikan Kota Yogyakarta berlangsung selama dua hari, Selasa dan Rabu (27-28/08/2019). Pesertanya para kepala sekolah dan ketua komite SMP/MTs negeri dan swasta se-Kota Yogyakarta.

Terpisah Kepala SMPN 3 Yogyakarta Dra Binarsih Sukaryanti MPd menjelaskan upaya mengatasi kenakalan pelajar sebenarnya sudah banyak dilakukan,baik oleh sekolah, maupun fasilitasi dari Dinas Pendidikan. Antara lain, disediakannya berbagai wadah kegiatan positif, seperti berbagai kegiatan ekstrakurikuler wajib maupun pilihan, ajang kreativitas siswa dan pentas seni. Ada gelar pelajar, pameran bersama hasil karya siswa, jembatan persahabatan, dan berbagai event untuk menampung aspirasi pelajar.

"Secara intern, untuk meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, di SMPN 3, lebih meningkatkan komunikasi yang efektif antara sekolah (diwakili wali kelas), siswa, dan orangtua melalui grup WA kelas. Sehingga segala hal terkait dengan siswa-siswanya lebih terpantau,” tambahnya. (Ria/No/War)

BERITA REKOMENDASI