Komunitas BNB Bersepeda Menelusuri Kawasan Heritage

YOGYA, KR JOGJA.com – Dikarenakan kondisi Pandemi Covid-19 yang belum membaik maka kegiatan Bersepeda Normal Baru (BNB) #16 ditunda sambil menunggu kondisi membaik. Untuk mengisi aktivitas bersepeda maka penasehat dan pengurus BNB Cycling Club menggiatkan kembali Bersepeda Cagar Budaya (BCB) #02.

Semula nama event adalah Bersepeda Heritage (BH) #01 yang diselenggarakan pada bulan Juli 2020 yang lalu. Untuk BCB ini pesertanya dibatasi maksimal 10 penggowes.

Kegiatan BCB ditujukan untuk menelusuri Kawasan Heritage (Cagar Budaya) di Kota Yogyakarta. Pada event BCB #02 ini menelusuri Kawasan BCB di seputar Njeron Beteng Kraton dan Kotagede Yogyakarta.

 

Diselenggarkan Sabtu, 26 Desemebr 2020. Start diawali dari Kampus Universitas Widya Mataram (UWM), Ndalem Mangkubumen. Ndalem Mangkubumen dibangun pada tahun 1865 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono VI dan sebagai tempat tinggal putra mahkota atau Pangeran Adipati Anom. Ndalem tersebut juga pernah dijadikan tempat tinggal sementara oleh Jenderal Sudirman pada Agresi Militer II Belanda. Mulai tahun 1983 sampai sekarang digunakan sebagai kampus UWM.

 

Dari Ndalem Mangkubumen, Kampus UWM dilanjutkan menuju Masjid Sela melewati Magangan, Kraton Ngayogjakarta Hadiningrat. Masjid unik berusia sekitar 233 tahun masih berdiri kokoh di tengah padatnya perkampungan Panembahan, Kraton,Yogyakarta. Masjid tersebut bernama masjid Sela yang dibangun pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono I. Bangunannya didirikan pada masa Sri Sultan HB I pada tahun 1787 M.

 

Perjalanan dilanjutkan menuju Kawasan Cagar Budaya Kotagede, khususnya Komplek Makam dan Masjid Kotagede. Letak Makam Kotagede berada di samping Masjid Gedhe Mataram yang dulunya merupakan kompleks dari keraton atau Istana Mataram Islam di Kotagede. Masjid Kotagede ini dibangun di zaman Kerajaan Mataram pada tahun 1640 M. Bersepeda kembali menuju tempat finish di Kampus UWM, Ndalem Mangkubumen dan menempuh jarak sekitar 15 km.

 

“Bersepeda menelusuri Kawasan Heritage wajib didukung dan dikembangkan sebagai bagian untuk mempelajari sejarah peninggalan cagar budaya”, jelas Edy Suandi Hamid (Rektor UWM) yang merupakan salah satu inisiator BCB. “BCB merupakan bentuk nyata untuk mengembangkan quality tourism dalam wisata bersepeda di Kota Yogyakarta”, tegas Hilman Tisnawan (Kepala BI DIY).

Menurut Y. Sri Susilo (Koordinator BCB Cycling Club), event BCB akan diselenggarakan setiap dua minggu sekali dengan rute Kawasan Heritage/Cagar Budaya yang berbeda. (*)

BERITA REKOMENDASI