Komunitas Industri Kreatif Rasakan Manfaat Asuransi

Editor: Ary B Prass

YOGYA (KRjogja.com)– Puncak Hari Asuransi 2016 dilaksanakan di Yogyakarta berupa Festival Asuransi, Minggu (13/11/2016). Intinya acara ini untuk meningkatkan edukasi dan sosialisasi asuransi. Diselenggarakan oleh perusahan-perusahaan asuransi, tujuannya tak pelak untuk memperkenalkan manfaat asuransi kepada masyarakat Indonesia secara luas, meningkatkan jumlah pemegang polis, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Dalam peringatan Hari Asuransi ke-11 ini, panitia melakukan serangkaian acara istimewa, dimulai dengan road show di sembilan kota yakni Medan, Padang, Pekanbaru, Bandung, Surabaya, Semarang, Banjarmasin, Pontianak, dan Makassar. Di sembilan kota tersebut dilakukan donor darah, fun walk, dan Insurance Goes to Campus. Jakarta dan Yogyakarta menjadi kota penutup perhelatan acara insan asuransi tersebut.

Di Yogya, beragam komunitas, pekerja industri kreatif, dan pekerja seni dilibatkan dalam acara tersebut. Ternyata komunitas industri kreatif telah merasakan keuntungan berasuransi sehingga mendorong rekan-rekan mereka untuk ikut memiliki instrumen keuangan tersebut demi memperoleh manfaat antara lain di bidang kesehatan dan pensiun.

“Kami bukan pekerja kantoran yang memiliki penghasilan bulanan. Oleh sebab itu, kami harus berinisiatif sendiri agar ketika terjadi musibah, ada lembaga yang menanggung biayanya. Saya berharap teman-teman dari komunitas kreatif mau menyisihkan dana mereka untuk ikut berasuransi,” kata Erwin ‘Jarot’ Skripsiadi, founder Komunitas Board Game ‘Mantu Mapan’ yang merupakan kependekan dari Main Kartu Makai Papan kepada wartawan di Hotel Harper. 

Erwin mendirikan Mantu Mapan pada 2013 dan kini anggotanya mencapai kurang lebih 42 orang yang tersebar di Yogyakarta dan Solo. Board game sendiri adalah permainan yang melibatkan sejumlah benda yang ditempatkan dan saling bertukar tempat berdasarkan aturan tertentu, pada sebuah permukaan yang sudah diberi tanda atau sebuah papan. “Orang lebih mengenalnya sebagai monopoli, padahal monopoli adalah satu dari sekian ratus jenis board game,” katanya.

Menurut Erwin yang memiliki 2 polis asuransi – kesehatan dan pensiun – sejak 2001 ini, sebagai bentuk dukungan kepada Festival Asuransi, dirinya mengembangkan suatu permainan dengan kartu yang diberi nama “Smart Living”. “Permainan ini adalah membuat sebuah simulasi mengapa asuransi itu penting. Kami mencoba mengenalkan fungsi asuransi untuk melindungi harta dan benda,” kata Erwin.

Acara ini berlangsung mulai pukul 14.00-22.00 WIB di mana industri asuransi Indonesia mengundang lebih dari 10 komunitas. “Kami mengharapkan bisa mengumpulkan lebih dari 5000 orang dan bisa menggaungkan asuransi kepada masyarakat luas,” kata Ketua Panitia Hari Asuransi 2016, Srikandi Utami. 

Dikatakannya, sejumlah perusahaan asuransi dilibatkan acara ini untuk memperkenalkan produk-produk mereka. Perhelatan Festival Asuransi ditandai dengan digelarnya pawai di Jalan Malioboro. Pawai dimulai dari Kantong Parkir Jalan Abu Bakar Ali. Jalur yang akan dilalui adalah Jalan Malioboro – Jalan A Yani – hingga Alun-Alun Selatan di mana telah tersedia panggung utama. Total jarak yang ditempuh kurang lebih sepanjang 3,5 km.

“Selain hiburan, juga akan dilakukan penyerahan asuransi mikro secara simbolis kepada perwakilan komunitas pekerja kreatif,” kata Srikandi.

Dengan menggandeng beragam komunitas, pekerja industri kreatif, dan pekerja seni asal Yogyakarta, diharapkan hadir kemeriahan di sepanjang jalan yang telah menjadi ikon pariwisata Yogyakarta tersebut. Pawai diawali dengan barisan Paskibra, Brigade Panji, drumband, beragam baju fantasi, beragam komunitas sepeda, grafiti, dance, dan musik. Kemudian diikuti rombongan perusahaan asuransi serta kendaraan hias. (*)

 

BERITA REKOMENDASI