Komunitas Motor Bagikan 1000 Takjil untuk Warga

YOGYA,KRJOGJA.com – Ratusan pengendara motor kustom berkumpul di depan kantor KR selepas melakukan perjalanan dari Stadion Kridosono, Minggu (11/6/2017). Ini bukan kumpul-kumpul biasa, namun aksi sosial yang digagas oleh para komunitas motor kustom di Yogyakarta untuk berbagi kepada sesama.

Beberapa menit sebelum adzan Maghrib, mereka membagikan seribu takjil yang telah disiapkan sebelumnya untuk para pengendara yang melintas di Jalan Margo Utomo dan juga warga sekitar. Kepadatan nampak terlihat karena mereka berlomba untuk mendapat takjil dan memelankan laju kendaraannya. Meskipun begitu, situasi tetap terkendali. Ucapan terimakasih terus terdengar sesaat setelah warga dan pengendara mendapatkan takjil.

"Di bulan Ramadan ini, ternyata kita para penggemar roda dua dari lintas komunitas yang tidak terikat merek, ukuran centimeter cubic, gaya tertentu hingga aliran standar modifikasi bisa bersatu," ujar Lulut Wahyudi, salah satu orang yang menginisiasi acara ini.

Adapun komunitas yang turut andil dalam gelaran bertajuk 'Buko Cakir' ini yaitu, Jogja Sunday Ride, Queen Lekha Choppers, Kustomfest, Roda Dua Sampe tua, Suryanation Motorland dan masih banyak lagi. Tidak hanya itu, beberapa lapak penjual makanan dan merchandise, seperti Mamahke Jogja, VAST hingga dabhobbies turut menyemarakkan suasana berbuka bersama bikers.

Lulut menambahkan selain melakukan perjalanan dan berbagi takjil, para pengendara motor dan skuter itu juga mendonasikan sejumlah uang secara sukarela serta menyalurkannya kepada pihak yang membutuhkan.

"Jad, poinnya adalah bikers bukan hanya sekedar bersenang-senang, tetapi kami juga melakukan aksi sosial," tutur pria yang juga Direktur Kustomfest itu. Tidak lupa, Lulut mengucapkan terimakasih kepada KR yang sudah mengakomodasi, memberikan tempat hingga menginformasikan kegiatan ini.

"Semoga ke depan kegiatan para bikers ini bisa terus didukung," imbuhnya.

Senada, Agung Satria dari Komunitas Queen Lekha Chopper mengatakan kegiatan ini menunjukkan pengendara motor kustom tidak hanya ramai-ramai berada di jalanan, tetapi juga berbaur dengan masyarakat. Ia mengapresiasi rekan-rekannya yang turut hadir melebihi target awal yang hanya berjumlah 200 motor dalam waktu empat hari persiapan.

"Targetnya 200 orang, namun bisa datang sekitar 500 orang, padahal tidak ada persiapan khusus, mereka adakan donasi dan jalan saja, yang paling penting guyub," pungkas pria yang akrab disapa Yaya ini. (*-1)

 

BERITA REKOMENDASI