Komunitas Peduli Sampah Kritik Reklame Lembaga Zakat

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Masifnya reklame spanduk dari lembaga-lembaga zakat dan sodakoh yang ditempel-tempelkan di tiang-tiang pinggir jalan strategis wilayah Kota Yogyakarta sejak sebulan terakhir mendapat perhatian dari komunitas peduli sampah, Garuk Sampah. Meski berniat baik, namun promosi lembaga-lembaga tersebut tidak tepat karena justru melanggar peraturan daerah.

Bekti Maulana, salah satu perwakilan komunitas Garuk Sampah mengaku sangat prihatin dengan cara-cara promosi lembaga-lembaga yang sebenarnya memiliki niat baik tersebut. Hal tersebut karena justru promosi dengan menempelkan spanduk di lokasi yang tidak seharusnya adalah pelanggaran Peraturan Daerah (Perda) Kota Yogyakarta nomor 2 tahun 2015 serta Etika Pariwara Indonesia.

“Kami prihatin, ini baru di Kota Yogyakarta saja, di Sleman dan Bantul juga sangat banyak bahkan lebih banyak. Ini tidak betul karena tidak sesuai dengan Perda dan Etika Pariwara Indonesia pasal 4.4 tentang Media Out Griya,” ungkapnya pada KRjogja.com, Jumat (05/06/2020).

Pemasangan spanduk yang dinilai serampangan menurut Bekti menjadi perhatian tersendiri bagi komunitas. “Ada yang dipasang di tiang Penerangan Jalan Umum (PJU), tiang rambu lalu-lintas bahkan di properti pribadi. Ada pelanggaran Perda dan merusak estetika kota,” sambungnya.

Komunitas Garuk Sampah berharap, segera ada langkah nyata dari aparatur penegak hukum terkait untuk melakukan penertiban, termasuk pada spanduk-spanduk lain yang tak seharusnya. “Kami berharap segera ada tindakan dari aparat berwenang, ya untuk pemasangnya juga. Kemudian spanduk-spanduknya juga ditertibkan karena sampai saat ini masih banyak yang terpasang,” pungkasnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI