Komunitas Santri Temui Ketua Pemenangan Prabowo-Sandi DIY, Ini yang Disampaikan

YOGYA, KRJOGJA.com – Beberapa perwakilan Komunitas Masyarakat Santri (Komas) Rabu (2/1/2018) mendatangi Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Dharma Setiawan di DPRD DIY. Dalam pertemuan tersebut, Komas menyatakan dukungan pada pasangan nomor urut 02 tersebut dan siap menjaring suara para santri di seluruh Indonesia. 

Sekjen Komas Baharuddin Harahap mengungkap di DIY setidaknya, masih ada komunitas masyarakat calon pemilih yang belum digarap dengan maksimal. Kalangan santri misalnya, tak seluruhnya mendukung pasangan nomor urut 01 Jokowi-Maruf Amin meski Maruf merupakan seoranf kiyai. 

“Pak Kiyai Maruf Amin tak bisa mewakili semua santri dalam berpolitik. Kami ingin melakukan sesuatu yang berarti, untuk mencoba mewakili para santri dengan mendukung pasangan Prabowo-Sandi,” terangnya usai pertemuan. 

Ketua Komas DIY Pekik Tri Purnawan menambahkan pihaknya memiliki strategi untuk memenangkan Prabowo-Sandi diantaranya dengan menjaring santri serta mahasiswa yang selama ini mungkin tak terakomodasi suaranya. Komas DIY bakal memaksimalkan sosialisasi ke kampus yang mana mahasiswanya kebanyakan merupakan pendatang. 

“Misalnya di UAD, pada 17 April 2019 nanti mereka ujian semester jadi mahasiswa yang rantau kemungkinan tak sempat menggunakan hak pilihnya. Ini harus dimaksimalkan agar tidak ada potensi suara yang hilang,” tandasnya. 

Sementara Dharma Setiawan, Ketua BPN Prabowo-Sandi DIY mengaku gembira dengan dukungan Komas. Menurut dia, potensi suara santri yang ada di pedesaan masih belum tergarap dengan rapi oleh tim dari Koalisi Partai Politik selama ini. 

“Hasil polling sementara kami di internal mendapatkan data kita kalah 16 persen di pedesaan dan ini membutuhkan peran komunitas seperti Komas. Kita tahu selama ini pesantren basisnya di pedesaan dan harapannya ruang-ruang tersebut bisa diisi oleh Komas,” terangnya. 

Sepak terjang Komas di perpolitikan sendiri terbilang baru kali ini diwujudkan. Meski begitu, Komas mengklaim telah memiliki jaringan di 24 wilayah Indonesia termasuk pulau Kalimantan dan Papua yang sedang hendak diresmikan. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI