Kondisi Apapun, Anak Harus Miliki Cita-cita

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA (KRjogja.com) – Harapan dan cita-cita positif harus dimiliki anak-anak dalam kondisi apapun. Jangan pernah menyerah dan tetap semangat. Selalu berdoa, berikhtiar hingga menjadi generasi bangsa yang handal. Untuk itu, semua pihak wajib mendukung agar anak tekun mempelajari berbagai ilmu bermanfaat sejak dini. Dan untuk belajar, bisa dilakukan di bangku sekolah maupun di lingkungan masyarakat serta di dalam keluarga.

Demikian ditegaskan Tri Kirana Muslidatun, istri Walikota Yogyakarta saat mendampingi ratusan anak disabilitas dan yatim piatu dalan acara 'Indahnya Berbagi Kasih' di De Mata De Arca Museum, kompleks XT Square, Senin (19/9) pagi.

"Anak-anak adalah generasi penerus sebuah bangsa. Mari kita bantu mereka menggapai cita. Beri dengan hal-hal positif, hindarkan yang buruk. Kita berkewajiban membimbing, membina anak-anak, kendati pun disabilitas dan yatim pitu, anak-anak ini memiliki hak sama dengan yang lain," imbuh Tri Kirana.

Mengajak anak-anak mengunjungi museum tokoh dunia, menurut Tri Kirana sangat positif. Anak-anak menjadi kenal terhadap para tokoh dunia yang divisualisasikan dengan patung dilengkapi caption. "Ada semua presiden yang pernah memimpin Indonesia, presiden negara-negara lain hingga bintang dan tokoh fiksi dalam sejumlah film box office," tambahnya.

Kegiatan 'Indahnya Berbagi Kasih' menurut Petrus Kusuma, pemilik De Mata De Arca Museum merupakan bentuk kepedulian terhadap anak-anak disabilitas dan yatim piatu. Peduli dalam banyak hal khususnya pendidikan. "Ada manfaat jangka panjang bagi anak-anak saat mengunjungi museum ini, yakni edukasi. Anak-anak menjadi tahu sejumlah tokoh dunia. Di sisi lain, mengenal ilmu seni rupa juga," urai Petrus.

Ketua Forum Komunikasi Keluarga Anak Dengan Kecacatan (FKKADK), Sri Widodo mengatakan, kegiatan De Mata De Arca Museum sejalan dengan salah satu konsep FKKADK. Dalam kondisi apapun, anak-anak tetap dilatih agar mampu meningkatkan kemandirian. "Kegiatan ini mendukung kami dalam upaya peningkatan kemandirian anak. Kemandirian yang sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing-masing anak. FKKADK juga mendorong masyarakat luas untuk paham dan peduli terhadap penyandang disabilitas. Bagi pemerintah tentunya wajib memenuhi hak serta kebutuhan kaum disabilitas," ulas Widodo. (Aya)

BERITA REKOMENDASI