Kondisi Darurat, Pariwisata DIY Butuh Stimulus dan Insentif

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRjogja.com – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah menggulirkan beberapa skema program bantuan seperti dana hibah, Bantuan Insentif Pemerintah (BIP), Big Promo, paket logistik dan lain-lain kepada pelaku pariwisata maupun ekonomi kreatif yang terdampak pandemi Covid-19, tidak terkecuali di DIY. Namun sangat disayangkan berbagai skema program bantuan yang disalurkan tersebut dinilai belum mampu mendukung pemulihan industri pariwisata ditambah dengan persyaratannya yang rumit sehingga sulit diakses pelaku pariwisata.

Ketua Umum DPD Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY Bobby Ardyanto Setya Aji mengatakan dana hibah bagi pelaku industri pariwisata yang terdampak pandemi memang sudah bisa diakses sejak tahun lalu, sementara BIP belum bisa diakses. Namun alokasi dana hibah dari besaran pajak yang berbayar tersebut baru terealisasi dimanfaatkan pelaku industri pariwisata di sektor perhotelan dan restoran di DIY pada 2020.

“Dana hibah yang disalurkan Kemenparekraf tersebut sudah terealisasi tetapi baru di sektor akomodasi dan restoran di DIY tahun lalu. Sementara, alokasi dana hibah bagi sektor industri pariwisata yang lainnya belum ada stimulus,” ujarnya di Yogyakarta, Rabu (4/8).

Bobby menyampaikan selain dana hibah, Kemenparekraf menggulirkan program BIP yang sudah masuk tetapi pihaknya belum mengetahui apakah sudah ada tindak lanjut proses penerima BIP tersebut di DIY. Berbagai skema program bantuan yang digulirkan pemerintah bagi pelaku industri pariwisata dinilai belum tepat dan belum mendukung untuk bangkit atau reaktivasi pariwisata. Reaktivasi pariwisata DIY inilah yang sebenarnya perlu dukungan konkrit dan tidak terlalu birokratis baik dari pusat maupun pemda setempat.

“Kami masih belum tersupport dari sisi ini berbagai program bantuan dari pusat tersebut. Kami ingin bisa mengakses berbagai stimulus maupun insentif yang digulirkan tersebut karena situasi industri pariwisata di DIY sudah emergency dan extraordinary. Supaya jangan sampai industri pariwisata DIY kolaps agar tidak menjadi permasalahan tersendiri,” ungkapnya.

BERITA REKOMENDASI