Konferensi Internasional Kembangkan Archipelago Tourism

Editor: Ivan Aditya

YOGYA (KRjogja.com) – Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan archipelago tourism. Terlebih pemerintah telah mencanangkan Indonesia menjadi negara maritim yang kuat sekaligus poros maritim dunia.

Dengan dasar potensi itulah Pusat Studi Pariwisata (Puspar) UGM berencana menyelenggarakan konferensi internasional ‘2nd International Academic Conference on Tourism' di Gedung Sekolah Pascasarjana UGM Yogyakarta, 28 – 30 September 2016. Kegiatan ini akan diikuti peserta dari sejumlah negara, seperti New Zealand, Australia, Thailand, Belanda dan lainnya.

"Dalam kesempatan ini akan dikupas tuntas apa dan bagaimana archipelago tourism. Mempertegas urgensi pengembangan destinasi pariwisata arkipel di Ondonesia sebagai best practice bagi pengembangan dunia pariwisata di negara kepulauan lainnya," tutur Kepala Puspar UGM Dr Ir Djoko Wijono MArch saat berkunjung ke kantor redaksi SKH Kedaulatan Rakyat diterima Pemimpin Redaksi KR Drs Octo Lampito MPd, Selasa (02/08/2016).

Turut mendampingi Ketua Pelaksana 2nd INTACT Drs Hendrie Adji Kusworo MSc PhD dan penitia kegiatan Anggit Darmatadara MA. Ditambahkan, melalui kegiatan ini pula diharapkan mempercepat perumusan kebijakan pengelolaan sumberdaya pariwisata berbasis kemaritiman sebagai produk unggulan destinasi pariwisata di berbagai negara kepulauan, khususnya daerah pesisir Indonesia.

Kegiatan mengangkat tema 'Marine Tourism in Archipelago Hemisphere' ini akan menghadirkan sejumlah narasumber lintas negara, seperti Prof Richard Butler dari University of Strathclyde Glasgow, Michael Lueck PhD dari School of Hospitality & Tourism Auckland University ot Technology New Zealand dan Prof Dr Heddy Ahri Ahimsa Putra MA MPhil dari UGM. Dijelskan Hendrie Adji, kegiatan ini merupakan bentuk konferensi intelektual untuk memperkuat basis teori. Selain itu juga mengingatkan bahwa tiap orang merupakan bagian dari pariwisata, baik sebagai wisatawan itu sendiri maupun yang bekerja di industri pariwisata. (M-5)

BERITA REKOMENDASI