Kongres II API Kartini : Sepakat Ganti Nama dan Tentukan Arah Politik 2024

YOGYA (KRJogja.com)-  Aksi Perempuan Indonesia Kartini telah menyelenggarakan perhelatan akbar Kongres ke-2  dengan tema “Saatnya Gerakan Perempuan Memilih Partai Alternatif untuk Kesejahteraan Sosial dan Kesetaraan Gender” di Cisarua Bogor pada (6/3) lalu.

Dalam siaran pers yang diterima KRJogja.comDiena Mondong, Ketua Umum API Kartini menuturkan Kongres II API Kartini menyimpulkan bahwa kaum perempuan saat ini diperhadapkan dua problem pokok.  Problem pertama adalah kemiskinan akibat dari sistem kapitalisme yang bermuara pada ketimpangan sosial, ketimpangan ekonomi, hingga ketimpangan gender. Sementara problem kedua adanya penguasaan asset yang hanya terkonsentrasi pada segelintir orang. “Mereka yang disebut kaum 1 persen menguasai sebagian besar sumber kekayaan di Indonesia,” tegasnya.

Ditambahkannya  perempuan menjadi kaum yang paling terdampak atas situasi ini. Kaum perempuan menanggung beban ganda dan rentan mengalami kekerasan serta diskriminasi. Tingginya angka kekerasan terhadap perempuan yang terjadi baik di ranah privat, komunitas/korporasi maupun di ranah publik mendorong gerakan masyarakat sipil mendorong segera disahkannya Rancangan Undang-Undang Kekerasan Seksual (RUU P-KS) dan kebijakan-kebijakan lainnya yang responsif gender.

Minaria C Simarmata, Ketua Panitia Kongres menambahkan sistem politik demokrasi, yang diwakili oleh parlemen dan partai, gagal mengartikulasi aspirasi dan kehendak rakyat, terutama perempuan. Beberapa tuntutan mendesak perempuan, yaitu RUU PKS dan RUU PRT, tidak berhasil disahkan hingga sekarang. Sehingga ada kesadaran bahwa partisipasi politik lewat lembaga-lembaga politik, seperti legislatif dan eksekutif, merupakan salah satu sarana untuk memperbaiki kehidupan rakyat. Termasuk untuk memperjuangkan tatanan masyarakat yang berkeadilan sosial dan menjunjung tinggi kesetaraan gender.

BERITA REKOMENDASI