Konsep Sumbu Filosofi Segera Diajukan ke UNESCO

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Konsep Sumbu Filosofi yang akan diajukan ke UNESCO sebagai warisan budaya dunia tak benda, terus dimatangkan oleh Pemda DIY. Konsepnya tidak hanya dari aspek atau sisi budaya, tetapi beberapa aspek lain termasuk pariwisata. Bahkan untuk mendukung Sumbu Filosofi sebagai warisan budaya yang akan diajukan ke UNESCO, Dinas Pariwisata DIY sudah membuat Program Jogja Cultural Experiences.

“Prinsipnya kami sangat mendukung citra pariwisata dari sisi budaya. Bahkan kami sudah membuat Program Jogja Cultural Experiences yang sangat inline dengan pengembangan Sumbu Filosofi yang akan diusulkan sebagai warisan dunia,” kata Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Rahardjo.

Menurut Singgih, Jogja Culture Experiencesakan memberikan pengalaman wisata berjalan kaki, menyusuri titik-titik yang menjadi bagian dari Sumbu Filosofi Yogyakarta, meliputi Panggung Krapyak hingga Kraton Yogyakarta, kemudian Tugu Pal Putih kembali ke Kraton.

Sedangkan Paniradya Pati Kaistimewan DIY Aris Eko Nugroho menjelaskan, Pemda DIY telah membahas pengajuan Sumbu Filosofi Yogyakarta sebagai warisan budaya dunia kepada UNESCO selama dua hari ini. “Ada lima komponen yang mempengaruhi yaitu pembangunan, demografi, transportasi, lingkungan dan bencana, serta kepariwisataan yang harus disempurnakan. Dari lima faktor tersebut, dua komponen yang dibahas adalah lingkungan dan kebencanaan serta kepariwisataan,” kata Aris.

Aris menyampaikan, komponen lingkungan dan bencana terkait ancaman bencana alam maupun pencemaran oleh manusia. Sedangkan komponen kepariwisataan terkait tingkat kunjungan, kebutuhan prasarana dan sarana pariwisata, modal pariwisata yang sesuai dan Rencana Induk Pariwisata Terpadu/Integrated Tourism Master Plan (ITMP).

“Komponen-komponen tersebut memang masih perlu penyempurnaan seperti dokumen penjelasan, management plan dan lainlain yang harus sesuai kaidah yang dipersyaratkan. Saya lebih mengawal management plan agar bisa diimplementasikan dan tetap memenuhi kaidah,” kata Plh Unit Manajemen Tim Pelaksana Percepatan Pembangunan Program Prioritas (TP5) DIY Rani Sjamsinarsi.

Rani menyatakan, jika seluruh persyaratan sudah dipenuhi maka bisa segera dilakukan sidang penetapan agar Sumbu Filosofi DIY bisa segera menyandang status warisan budaya dunia. (Ria/Ira)

BERITA REKOMENDASI