Konsumsi BBM dan Elpiji di DIY Naik Menuju Normal

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Konsumsi bahan bakar baik bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji di DIY terpantau mengalami kenaikan tipis pasca libur akhir pekan atau long weekend Agustus 2020 ini. Pertamina pun menjamin ketahanan stok BBM dan elpiji seluruh fasilitas Fuel Terminal wilayah Jateng dan DIY sehingga konsumen tidak perlu khawatir akan ketersediaan maupun distribusinya serta menjalankan protokol pencegahan Covid-19 di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), pangkalan dan fasilitas Pertamina lainnya.

Senior Supervisor Communication & Relations Marketing Operation Region (MOR) IV Jawa Tengah (Jateng)-DIY PT Pertamina (Persero) Arya Yusa Dwicandra mengatakan konsumsi BBM jenis gasoline maupun gasoil mengalami kenaikan sekitar 7 hingga 8 persen dari rata-rata normal harian pada Juli 2020 sebesar 1.400 KiloLiter (KL) menjadi 1.500 KL/hari selama libur panjang akhir pekan pada Agustus 2020. Meskipun naik, jumlah tersebut masih di bawah penyaluran harian normal saat sebelum terjadinya pandemi Covid-19 yaitu sebesar 1.800 KL/hari.

“Konsumsi BBM di DIY memang mengalami naik, terapi kenaikan konsumsi tersebut masih di bawah konsumsi rata-rata normal harian sebelum pandemi Covid-19. Konsumsi BBM rata-rata normal harian waktu itu di DIY mencapai 1.800 kl/hari selama Januari hingga Februari 2020 lalu. Jadi capaian itu masih 20 persen di bawah konsumsi rata-rata normal harian di DIY dengan terbanyak konsumsi Pertalite dan Pertamax,” ujar Arya di Yogyakarta, Rabu (19/08/2020).

Arya menyampaikan untuk konsumsi elpiji di DIY, Pertamina mencatat adanya kenaikan 1 persen dari 439 Metric Ton (MT) menjadi 443 MT. Kenaikan tipis konsumsi elpiji di DIY ini masih bisa dikatakan stabil dan masih berada di bawah rata-rata konsumsi normal harian.

“Kenaikan konsumsi elpiji tersebut dapat dikatakan stabil karena masih sama dengan jumlah penyaluran sebelum terjadinya pandemi ini yaitu di rentang 446 sampai 453 MT/harinya,” katanya.

Konsumsi Avtur di Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) dan Bandara Adisutjipto tercatat juga ada kenaikan sebanyak 30 persen dari rata-rata di Juli sebanyak total 73 KL menjadi 98 KL/hari. Meskipun naik, jumlah ini masih jauh di bawah normal sebelum pandemi yaitu total penyaluran dari kedua bandara sebesar 240 KL per hari di Januari-Februari 2020 yang lalu.

“Jika dilihat dari data memang konsumsi BBM dan elpiji di DIY naik tipis tetapi masih jauh di bawah normal. Ada kemungkinan para pengunjung mengisi BBM-nya di luar DIY,” imbuhnya.

Konsumsi BBM di DIY sendiri mengalami penurunan sangat tajam lebih dari 50 persen sejak pandemi Covid-19 mulai Mei 2020, kemudian terjadi peningkatan 20 persen mulai Juni dan Juli 2020. Kemudian terus merangkak naik sehingga tersisa 20 persen menuju konsumsi rata-rata normal per hari sebelum pandemi. Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pertamina senantiasa mendukung program pemerintah untuk memeratakan penyaluran energi seperti BBM dan elpiji kepada masyarakat. (Ira)

BERITA REKOMENDASI