Konsumsi BBM Nonsubsidi di Yogyakarta Terus Naik

YOGYA, KRJOGJA.com – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) IV
wilayah Jawa Tengah dan DIY akan terus melakukan edukasi kepada konsumen mengenai kelebihan atau keunggulan penggunaan produk bahan bakar nonsubsidi baik Bahan Bakar Minyak (BBM) maupun elpiji.  Berkat edukasi tersebut, tren konsumsi BBM dan elpiji nonsubsidi cenderung mengalami peningkatkan setiap tahunnya.

"Kita terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait keunggulan produk bahan bakar nonsubsidi. Sebab penggunaan bahan bakar nonsubsidi tersebut akan
berpengaruh terhadap performa dan perawatan kendaran,” ujar Branch Manager
Pertamina MOR IV wilayah DIY dan Surakarta Teuku Johan Miftah di kantornya, Sabtu (26/1).

Johan mengatakan, dilihat dari tren penjualan BBM nonsubsidi sendiri semakin
meningkat dan dikenal masyarakat di DIY seperti Pertalite, Pertamax dan sebagainya. Varian produk BBM nonsubsidi tersebut telah terbukti memberikan manfaat bagi kendaraan sehingga banyak masyarakat beralih dan memilih untuk
menggunakannya saat ini.

"Kita lihat tren konsumsi BBM nonsubsidi terutama Pertalite dan Pertamax cenderung meningkat pada 2018, jadi kami harapkan tren konsumsi bahan bakar
tersebut juga terjadi pada 2019 ini," katanya.

Sementara untuk elpiji, Johan menegaskan, Pertamina telah berkomitmen untuk menyalurkan elpiji 3 kg atau elpiji bersubsidi di DIY sesuai dengan yang ditugaskan Pemerintah. Dalam hal kuota dan lain-lain untuk penyaluran gas melon
tersebut, mekanismenya tetap mengikuti aturan yang diberlakukan Pemerintah.

"Berapa pun jumlahnya, kami selalu komit menyalurkan elpiji bersubsidi tersebut. Selain itu, kami tetap memberikan edukasi kepada segmen-segmen khususnya sektor usaha yang nonmikro dengan omzet maksimal Rp 300 juta pertahun atauRp 800.000/hari sebetulnya bukan peruntukan dari gas melon tersebut,” tandasnya.

Untuk itu, PT Pertamina (Persero) telah menyediakan varian-varian elpiji nonsubsidi dengan menghadirkan tren baru elpiji nonsubsidi berupa produk Bright Gas dengan pilihan kemasan 5,5 kg, 12 kg maupun 50 kg. Hal tersebut dibarengi dengan edukasi penggunaan elpiji non subsidi tersebut dengan harapan masyarakat yang bukan peruntukkan gas melon semakin tergugah menggunakan bright gas. “Pertamina berkomitmen selalu menyalurkan elpiji bersubsidi di DIY pada tahun 2019 dan tidak ada pengurangan,” tambah Johan. (Ira)

BERITA REKOMENDASI