Kontribusi Aki Adishakti bagi Pengembangan Lintas Profesi

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Sebagai putra kedua dari delapan bersaudara Poerwoko Soegardo, Aki Adishakti tidak bisa dilepaskan dari dunia musik dan olahraga. Jenis olahraga softball menjadi hal yang ditekuni pria kelahiran Yogyakarta, 17 Desember 1954 tersebut hingga akhir hayat pada 1 Juni 2016 lalu.

"Mas Aki sosok yang sangat baik di mata semua sahabatnya. Beliau merupakan sosok inspirasi yang mengajarkan terus berproses dan bergerak untuk maju," jelas Oni Witjaksono, sahabat bermusik Aki Adishakti saat pembukaan Pameran 'Mas Aki dan Dunianya' di Mustokoweni the Heritage Hotel Yogyakarta, Jumat (08/03/2019).

Hadir dalam kesempatan tersebut istri, keluarga, sahabat Aki Adishakti. Pameran yang menghadirkan beragam koleksi Aki dari sisi musik, arsitek, olahraga serta batik ini akan dibuka hingga 7 April mendatang.

Menurut Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) DIY Ahmad Saifuddin Mutaqi, selain memiliki prestasi dari dunia arsitek, kemampuan musik Aki berkontribusi untuk IAI berupa mars dan hymne IAI. Bahkan, Aki juga menjadi Ketua IAI DIY pertama pada 1992.

Pameran ini sendiri berupaya memotret tahun-tahun terakhir hidup Aki Adishakti yang sebenarnya gundah akan perkembangan nusa dan bangsa. Banyak aset dan keunggulan yang dimiliki Indonesia, tapi kemajuannya justru tersendat dan terbatas.

Sumberdaya manusia menjadi salah satu perhatian khusus Aki di berbagai bidang profesi, olahraga maupun profesi. Minatnya diungkapkan melalui program pengembangan yang dikontribusikan pada organisasi dan pelaksanaannya, maupun diekpresikan melalui lirik lagu ciptaannya. (Feb)

BERITA REKOMENDASI