Kontribusi Sektor UMKM Sangat Besar

Editor: Ary B Prass

YOGYA, KRJOGJA.com – Kontribusi sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bagi perekonomian Indonesia sangatlah besar. “Badan Pusat Statistik (BPS) UMKM mampu menyerap tenaga kerja hingga 89,2 persen dari total tenaga kerja dan kontribusinya mencapai 60,34 persen dari total PDB,” ujar Rifki Khoirudin SE MEc Dev MAPPI, Kaprodi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Selasa (08/06/2021).

Menurut Rifki Khoirudin, peran UMKM sangat signifikan bagi perekonomian di Indonesia. Disisi lain, UMKM menunjukkan mempunyai kemampuan dalam bertahan di berbagai situasi ekonomi. Terlebih dalam situasi pandemi Covid-19 ini yang berdampak bagi perekonomian tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia. “Kondisi perekonomian Indonesia akibat pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung kurang lebih selama 1,5 tahun, masih dalam keadaan resesi. Hal ini merupakan suatu tantangan tersendiri bagi UMKM,” ucapnya.

Berdasarkan hal tersebut, Prodi Ekonomi Pembangunan, mengadakan kegiatan Pengabdian Masyarakat diselenggarakan, Senin (07/06/2021) dengan mitra pengabdian UMKM dengan beberapa pelaku usahanya, alumni dari prodi Ekonomi Pembangunan.

Ditegaskan Rifki Khoirudin, hal ini bisa sebagai salah satu tindak lanjut pendampingan dari Prodi setelah mahasiswanya lulus. Kegiatan tersebut  dosen yang hadir Rifki Khoirudin SE MEc Dev MAPPI (Cert), Drs Muhammad Safar Nasir MSi dan selaku pembicara Dr Wardiyanto MSi.

Sedangkan Muhammad Safar Nasir MSi dalam pemaparan pendampingan mengatakan, kegiatan tersebut, UMKM dalam masa pandemi ini dituntut untuk bisa berevolusi atau menyesuaikan dengan keadaan terkini. Salah satu yang bisa dilakukan  misalnya  orang banyak melakukan Work From Home (WFH), maka permintaan makanan ringan dan minuman meningkat. “Hal ini bisa menjadi peluang bagi UMKM untuk melakukan kemasan dari produknya yang menarik, sehingga diharapkan dapat meningkatkan permintaan. Kemasan dari produk yang simple dan tidak merepotkan untuk di bawa pulang juga merupakan pertimbangan tersendiri bagi konsumen,” katanya.

BERITA REKOMENDASI