Koperasi Sekunder Diminta Kembangkan Kewirausahaan Produktif

Teten menilai banyak koperasi sekunder yang bisa mendukung pengembangan kewirausahaan, termasuk Puskopcuina yang memiliki kontribusi dalam menciptakan usaha-usaha yang lebih besar. Puskopcuina sudah mengumpulkan modal kecil menjadi kapital yang luar biasa sehingga mampu memberi kemudahan pinjaman dan sebagainya. ” Puskopcuina sangatlah luar biasa, mereka sudah bisa melahirkan usaha baru di sektor produktif. Levelnya sudah tinggi,” ujarnya.

Asekda Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY Tri Saktiyana menyampaikan ternyata koperasi di DIY masih mampu bertahan meskipun terdampak pandemi. Meskipun terdapat koperasi yang sekarat kondisinya, tetapi masih banyak koperasi yang mampu bertahan karena telah memperbaharui diri dan sebagainya.

“Tidak ada koperasi di DIY yang melakukan PHK terhadap pengurus atau manajemennya, ternyata koperasi tidak ada yang kolaps. Justru RAT-nya lancar seperti yang telah dibuktikan dan dilaksanakan Puskopcuina. Koperasi akan kuat jika memiliki daya untuk kolaborasi serta perlu beradaptasi,” terangnya.

Ketua Pengurus Puskopcuina Edi Vinsensius Petebang menyatakan Puskopcuina merupakan KSP sekunder terbesar di Indonesia dari sisi aset dan anggota. Aset Rp7 triliun lebih dan anggota 506.455 orang yang tersebar di 44 KSP primer anggota yang tersebar di 18 provinsi, dengan kantor pelayanan tersebar di 23 provinsi dari Nias, Sumatera sampai Manokwari, Papua Barat.

BERITA REKOMENDASI