Korupsi di Bank Jogja, Mantan Manajer Transvision Disidang

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJogja.com – Mantan Deputy Businnes Manager Perusahaan TV kabel nasional cabang Yogyakarta, KVA diseret ke meja hijau selaku perkara Tindak Pidana Korupsi Penyimpangan Pemberian Kredit di PD BPR Bank Jogja Kantor Cabang Gedung Kuning Tahun 2019/2020, Rabu (8/9) siang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Yogyakarta.

Sidang perdana ini dihadiri virtual oleh terdakwa dari Rutan Yogyakarta di depan Ketua Majelis Hakim Muh Djauhar Setyadi SH MH. Dalam pembacaan dakwaan setebal 29 halaman bergantian.dari Tim Kejati DIY, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ririn Dwi Listyorini SH menyebutkan perbuatan terdakwa melanggar pasal 2 ayat (1), pasal 3 jo pasal 18 UU No.31 Tahun 1999 tentang Pembrantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2021 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Terdakwa bersama-sama dengan Farrel EF selaku sales pada bulan Agustus 2019 s/d. Juli 2020 mengajukan Kredit Proguna mengatasnamakan 162 pegawai ke PD Bank Jogja Cabang Gedong Kuning Yogyakarta dengan data-data yang tidak benar, termasuk 162 orang tersebut bukan pegawai (pegawai fiktif) dengan plafon kredit Rp. 60.000.000,- s/d. 300.000.000,” terang Jaksa.

Pengajuan kredit dengan data-data fiktif tersebut ditindaklanjuti Lintang Patria Anantya Rukmi SE selaku Marketing, Erny Kusumawati selaku Kasi Kredit dan Ari Wahyuningsih Kepala Kantor PD Bank Jogja Cabang Gedong Kuning tanpa mengindahkan prosedur perkreditan yang berlaku di Bank Jogja.

“Antara lain tanpa terlebih dahulu melakukan pemeriksaan advis kredit dan kelengkapan berkas-berkas kredit yang diajukan serta tidak melakukan Analisis Kuantitatif terhadap usulan pengajuan kredit atas nama calon debitur yang meliputi aspek keuangan dan kemampuan calon debitur, Bank Jogja telah menyetujui dan mencairkan kredit terhadap 162 orang sebesar Rp 28,355 Miliar.

Setelah kredit dan dicairkan ke rekening masing-masing pemohon kredit, terdakwa KVA dan Farrel EF mendampingi pemohon mengambil uang di Bank Jogja, namun uang tersebut sebagian besar diminta oleh terdakwa dan Farrel EF dan digunakan untuk kepentingan terdakwa dan Farrel EF sendiri.

“Menutupi perbuatannya tersebut awalnya terdakwa dan Farrel EF melakukan beberapa kali angsuran, namun akhirnya sejak September 2020 tidak pernah diangsur lagi sehingga masuk kategori kredit macet dan merugikan keuangan negara cq. keuangan PD Bank Jogja kurang lebih sebesar Rp. 27.443.688.043,” terang Jaksa.

Atas dakwaan tersebut, terdakwa melalui Penasehat Hukumnya dari Law Office Street Justice Advocate & Partner tidak mengajukan eksepsi. Sidang akan digelar kembali Senin (13/9) dengan agenda menghadirkan saksi-saksi dari JPU. (Vin)

 

 

 

BERITA REKOMENDASI