Kota Toleransi dan Multikultur, Jogja Masih Jadi Tujuan Belajar

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJogja.com – Yogya masih menjadi tujuan daerah lain untuk belajar. ditengah pandemi Covid-19 masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), Sebanyak 40 anggota Forum Kerukunan Pemuda dan Wanita Umat Beragama (FKPUB & FKWUB) Kabupaten Pamekasan masa khidmat 2020 2025 mengikuti Sekolah Kebangsaan, Sabtu (14/11) di Gedung DPD RI Yogyakarta dengan prokes Covid-19.

“Yogya kota multikultur, miniatur Indonesia dengan kerukunan dan toleransi umat beragama yang tinggi sehingga kita pilih Yogya untuk belajar,” ucap Wakil Bupati Pamekasan H Raja’ie SH kepada KRJogja.com usai membuka Sekolah Kebangsaan.

Didampingi Ketua FKPUB Pamekasan KH Saiful Haq SAg dan Ketua FPUB KH Abd Mu’id Khozin, Wabup menyebutkan peserta juga berkunjung ke destinasi atau situs-situs di Yogya yang menunjukkan keberagaman, kerukunan dan toleransi. “Di Pamekasan lebih dari 95 persen Muslim, namun dengan wawasan kebangsaan memahami kebudayaan yang Bhinneka Tunggal Ika,” ucap Raja’ie.

Apalagi menurutnya banyak warga Pamekasan yang belajar dan bekerja di luar daerah. “Kita harus bisa hidup berdampingan di manapun dengan semua umat beragama sesuai kepribadian Indonesia,” tegasnya.

Dengan tema Kibarkan Semangat Kerukunan Guna Membemuk Generasi Muda Lintas Agama yang Mandiri dan Berkarakter, Sekolah Kebangsaan ini diisi pemateri Dirbinmas Polda DIY Kombes Pol Drs Anjar Gunadi MM (Radikalisme) dilanjutkan Sessi 2 pemateri dari Keraton Solo dan Biarawati (Kerukunan Hidup Beragama). Acara berlangsung dialogis dengan tanya jawab. (R-4)

BERITA REKOMENDASI