KPK Challenge, Pegawai Lupa Kembalikan Helm Saat Pinjam Langsung Potong Gaji

YOGYA, KRJOGJA.com – Publik beberapa waktu terakhir tersita perhatiannya dengan nama-nama calon pimpinan KPK yang masuk ke panitia seleksi. Namun begitu, tampaknya KPK punya cara sendiri untuk menjawab kekhawatiran yang ditujukan pada lembaga anti rasuah tersebut. 

Baca Juga: Tanah Rampasan Rp 19,95 M Kasus SIM Joko Susilo Diberikan ke Pemda DIY

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyebut institusi yang kini dipimpinnya tersebut memiliki cara sendiri untuk menggembleng integritas pegawainya. Menurut dia, KPK sudah memberikan saran dan informasi pada panitia seleksi terkait rekam jejak nama-nama calon yang sudah mengerucut ke sepuluh nama. 

“KPK sudah memberikan saran, masukan dan informasi pada pansel. Ketika nanti nama masuk ke DPR, sudah proses politik KPK tak bisa masuk karena itu sistem. Tapi nanti mau apapun barangnya mau itu kucing putih, hitam atau merah kalau sudah masuk ke KPK, pasti akan jadi kucing berintegritas, konteksnya menangkap tikus lho ya. Siapapun yang datang ke KPK pasti integritasnya akan diminta, maksudnya kalau dia akan coba-coba melakukan sesuatu pasti akan ada challenge. Proses sudah jalan kita tinggal tunggu saja siapa yang akan datang ke KPK,” ungkap Saut pada wartawan di Kepatihan Yogyakarta Rabu (4/9/2019). 

Saut mengungkap tantangan di KPK sangat nyata bagi pegawainya. Hal tersebut menurut dia menjadi auto seleksi tersendiri bagi siapa saja yang masuk ke lembaga tersebut. 

“KPK harus di challenge, orang yang tak mau dichallenge jangan masuk KPK. Siapapun itu, saya pakai batik lengan pendek saat press conference dimarahi karena harus pakai lengan panjang. Sedetail itu. Di KPK ada pegawai pinjam helm tidak dikembalikan langsung dipotong gaji, di KPK itu tegas,” sambung Saut. 

Baca Juga: Kasus Suap di Jepara Diputus, Bupati Ajukan Banding

Beberapa waktu terakhir 10 nama yang masuk ke Presiden Jokowi dari pansel masih menuai pro kontra masyarakat. Beberapa nama dianggap memiliki rekam jejak kurang baik yang masih menjadi polemik. (Fxh) 

BERITA REKOMENDASI