KPPI DIY Terus Perjuangkan Keterwakilan Perempuan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Anggota legislatif perempuan di parlemen masih sangat sedikit. Meskipun saat pencalonan ada sarat minimal keterwakilan perempuan 30 persen, namun yang jadi anggota legislatif, jumlahnya kurang dari itu. Kebanyakan kalah bersaing dengan caleg laki-laki saat Pemilu.

Data menyebutkan jumlah anggota legislatif perempuan di DPRD DIY periode 2009-2014 hanya 12 orang/kursi, periode 2014-2019 hanya 6 orang/kursi plus 2 kursi PAW dan periode 2019-2024 hanya 9 orang/kursi. Prihatin dengan kondisi ini, Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) DIY terus melakukan edukasi kepada anggotanya juga masyarakat luas mengenai pentingnya keterwakilan minimal 30 persen perempuan di parlemen.

Baca juga :

Naik Turun 70 Tahun Hubungan Indonesia-Australia
Peringatan Hari HAM, Ratusan Orang Melukis Bersama di Malioboro

"Kami (KPPI DIY) terus mengedukasi masyarakat di bidang politik untuk mewujudkan keterwakilan perempuan di parlemen minimal 30 persen," terang Ketua KPPI DIY BRAy Iriani Pramastuti Widjojokusumo kepada KRJOGJA.com disela kegiatan Peningkatan Kapasitas Organisasi KPPI DIY di Ruang Nyi Ageng Serang, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Pendudukan (DP3AP2) DIY, Selasa (10/12/2019).

Menurut Iriani, kaum perempuan memiliki hak, kapasitas dan kapabilitas untuk dipilih oleh rakyat sebagai representasi rakyat di parlemen. Perempuan bisa memberikan pemikiran-pemikirannya dalam pengambilan keputusan publik yang komplit dan terintegrasi. "Masyarakat perlu diedukasi dan disadarkan, bahwa keterwakilan perempuan di parlemen (30 persen) sangat penting untuk memperjuangkan kesejahteraan kaum perempuan, anak dan keluarga," katanya.

Wakil Ketua KPPI DIY Bidang Media dan Publikasi, Arnabun menambahkan, selama ini kepedulian terhadap caleg perempuan di Pemilu sangat sedikit. Selain banyak masalah yang ditemui para caleg perempuan saat bertarung di Pemilu, pemilih perempuan justru banyak yang memilih caleg laki-laki. "Menyongsong Pemilu 2024, kami (KPPI DIY) terus mengedukasi masyarakat sejak dini, bahwa perempuan tidak kalah dengan laki-laki di bidang politik," katanya. (Dev)

BERITA REKOMENDASI