KPU RI Beri Santunan 15 Keluarga KPPS Yang Meninggal Dunia di DIY

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA,KRJOGJA.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI memberikan santunan kepada 15 ahli waris petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) DIY yang meninggal dunia usai Pemilu 2019. Sumbangan yang disalurkan sebesar Rp 36 juta perkeluarga.

"Besaran santunan untuk yang meninggal dunia Rp36 juta. Sakit kemudian cacat, bervariasi (besarannya) tergantung, sakit berapa lama. Cacatnya seperti apa," kata Ketua KPU Arief Budiman kepada wartawan di kantor KPU DIY. Sabtu (20/07/19).

Total sebanyak 15 keluarga yang menerima santunan, 10 diantaranya sudah diterima oleh ahli waris. Sementara secara simbolis diberikan kepada lima keluarga.

Arief mengatakan, pihaknya terlebih dulu melakukan verifikasi sebelum memberikan santunan kepada petugas KPPS yang meninggal dunia hingga sakit. Verifikasi dilakukan oleh KPU tingkat kabupaten/kota.

"Yang bisa menerima santunan pastinya sesuai peraturan. Setelah berkas kami terima lalu sampaikan ke negara. Mereka memproses pencairan. Kpu sebenarnya hanya menyalurkan saja. Anggarannya kita mintakan ke negara," ucapnya.

Menurutnya, santunan tersebut bagian dari tanggung jawab dan empati negara kepada penyelenggara pemilu.

"Tentu uang ini bukan dimaksudkan menggantikan penyelenggara yang meninggal dunia. Ini untuk membantu ahli waris, mungkin ada anak-anaknya sebagai bantuan finansial bagi mereka yang ditinggalkan," tuturnya.

Sementara itu, salah satu ahli waris Mia Amelia (28) dari Yustinus tarmiyo (Alm) TPS 37 Pakuncen, Wirobrajan, mengungkapkan apresiasi kepada KPU atas santunan tersebut.

"Dananya sudah cair dua hari sebelum lebaran kemarin. Dari keluarga sebenarnya sangat berterimakasih kepada KPU atas apresiasinya. Kalau dinilai dengan kematian bapak, mungkin memang tidak sebanding nggeh. Tapi kami sangat apresiasi itu," pungkasnya. (Ive)

 

BERITA REKOMENDASI