‘KR’ Pionir Media Pelestari Budaya Lokal

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA (KRjogja.com) – Lahir di Kota Yogyakarta yang dikenal sebagai kota pelajar, harus dimanfaatkan Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat untuk lebih dikenal masyarakat luas (branding). KR bisa menjadi wahana pendidikan bagi para penilis cilik DIY untuk mengasah kemampuanya dalam menulis.

Harapan ini disampaikan mantan Rektor UNY Prof Dr Suyanto dalam acara Dialog dan Temu Penulis KR di Aula lt.7 Bank BPD DIY, Sabtu (24/9). Acara dalam rangka memperingati HUT ke-71 Skh Kedaulatan Rakyat ini diselenggarakan bekerjasama dengan Bank BPD DIY didukung Alfamart, Coca-Cola Amatil Indonesia, PT Sido Muncul, dan Aqua Danone.

Menurut Prof Suyanto, kemampuan menulis tidak bisa dikarbit (instan). Kemampuan itu muncul melalui proses latihan secara bertahun-tahun. Banyak anak muda di luar negeri pandai menulis, karena dilatih sejak kecil. "KR

bisa menjadi wahana kaderisasi penulis dengan menyediakan ruang menulis bagi anak-anak," terang mantan Dirjen di Kemendikbud ini.

Direktur Utama PT BP Kedaulatan Rakyat, dr Gun Nugroho Samawi mengatakan, di umurnya yang akan menapaki 71 tahun ini pada 27 September besok, KR

terus mempertahankan budaya. Kekuatan KR

yang mampu bertahan dan terus tumbuh besar tidak lepas dari sumbangsih para penulis setia KR

dari berbagai pakar di bidangnya yang bersama-sama memajukan DIY. "KR

ingin 'Migunani Tumpraping Liyan' di semua lini yang pada akhirnya menjadi berkarakter mulia dan menjadi panutan daerah lainnya. KR

arahnya memajukan DIY," ujarnya.

Gun Nugroho menyampaikan, media cetak harus berubah lebih baik kalau tidak mau. KR

sendiri telah mengembangkan media online-nya saat ini dan banyak media mengembangkan online. Banyak media juga masih mempertahankan cetaknya, meskipun oplahnya menurun. "Di tengah persaingan ketat antarmedia cetak dan gempuran media massa online, KR

masih bisa bertahan di empat besar nasional. Situasi ekonomi sulit dan iklan turun, KR

bisa bertahan dengan posisi strategis serta berprestasi," tandasnya.

Direktur Umum Bank BPD DIY Drs Cahya Widi MM mengatakan, keberadaan SKH Kedaulatan Rakyat

tidak sekadar menjadi media informasi, tapi juga kebanggaan masyarakat DIY. Dengan pertimbangan itu, Bank BPD DIY sengaja menjadikan KR

sebagai media utamanya. Hal itu dikarenakan keberadaannya memiliki andil cukup besar dalam mendorong pertumbuhan dan perkembangan Bank BPD DIY. "Sekitar sebulan lalu Bank BPD DIY mendapatkan penghargaan sebagai bank dengan kinerja bagus selama 20 tahun berturut-turut. Meskipun acara tersebut berlangsung sampai larut malam, tapi pagi harinya berita tersebut langsung bisa dinikmati oleh para pembaca KR

. Semua itu menjadi bukti bahwa sebagai media lokal terbesar KR

selalu memberikan berita paling update," paparnya.

Cahya Widi mengatakan, sebagai media perjuangan yang sudah berusia 71 tahun dirinya berharap KR

tetap konsisten dalam menjaga sebagai korannya rakyat. Sehingga adanya slogan 'Migunani Tumpraping Liyan' bisa benar-benar diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat.

Harapan serupa juga diungkapkan oleh Ketua Majelis Luhur Tamansiswa, Prof Dr Sri-Edi Swasono. Menurut Sri-Edi Swasono, sebagai media lokal terbesar, pihaknya berharap KR

bisa memberikan informasi yang aktual, terpercaya, serta menjadi pioner dalam pelestarian budaya lokal. Hal itu penting, karena saat ini bahasa lokal yang nyaris punah ada sekitar 300 bahasa. Kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan begitu saja, untuk itu KR

memiliki peran sangat strategis dalam upaya pelestarian bahasa tersebut.

"Saya berharap KR bisa menjadi pioneer dalam pelestarian budaya lokal. Sehingga masyarakat bisa mengenal dekat budaya lokal. Karena saya khawatir kalau dibiarkan bahasa lokal yang didalamnya termasuk Bahasa Jawa akan hilang,"terang Prof Sri-Edi. (Ira/Ria/Dev)

BERITA REKOMENDASI