Kraton Belum Izinkan ‘Rayahan’ Gunungan, 2.700 Ubarampe Dibagikan

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJOGJA.com – Kraton Yogyakarta menggelar beberapa rangkaian kegiatan memperingati Idul Fitri 1 Syawal 1443 H/Alip 1955, 2-3 Mei 2022 ini. Kraton menggelar serangkaian agenda dari mulai pembagian ubarampe Gunungan Syawal hingga Ngabekten secara terbatas.

Sri Sultan HB X bersama para menantu terlebih dahulu melaksanakan Salat Idul Fitri di Kagungan Dalem Masjid Panepen, Keraton Yogyakarta, Senin (2/5/2022) kemarin. Sebelumnya, Sultan menunaikan pembayaran zakat fitrah yang diserahkan kepada Kanca Pengulon di Kagungan Dalem Masjid Gedhe.

Selasa (3/5/2022) hari ini atau 2 Syawal Alip 1955, Kraton membagikan ubarampe yakni sebanyak 2.700 rengginang dibagikan ke tiga tempat sebagaimana biasanya yakni Kraton Yogyakarta – Masjid Gedhe, Pura Pakualaman, dan Kepatihan. Mantu Dalem Sultan, KPH Purbodiningrat mengatakan pelaksanaan Garebeg Syawal belum dapat dilakukan seperti biasanya dengan rayahan karena situasi dan kondisi belum sepenuhnya pulih.

“Meski jumlah kasus Covid-19 DIY relatif melandai, namun kami memilih untuk tetap menggelar pembagian ubarampe Gunungan Syawal secara terbatas. Untuk prosesi Ngabekten atau tradisi sungkeman di Kraton, digelar dalam dua tahap yakni Ngabekten Kakung dan Ngabekten putri selama dua hari Selasa-Rabu ini,” ungkapnya melalui siaran tertulis pada wartawan.

Ngabekten Kakung akan diikuti Bupati/Walikota dan para wakilnya termasuk para kanjeng dengan jumlah total 80 orang. Para Penghageng, Wakil Penghageng, Carik (Sekretaris), dan Hartakan (bendahara) dari masing-masing tepas sebanyak lima orang perwakilan, serta beberapa perwakilan Sentana (kerabat) Kakung juga ikut serta.

“Untuk Ngabekten Kakung digelar Selasa (3/5/2022) setelah pembagian ubarampe gunungan hingga sore hari. Sementara, Ngabekten Putri akan dilaksanakan Rabu (4/5/2022) dari pagi hingga siang hari. Namun demikian, pelaksanan Ngabekten dilakukan sangat terbatas dengan masih menjaga jarak satu sama lain dan wajib mengenakan alat pelindung diri,” tandas Purbo.

Dalam kondisi biasa, tata cara Ngabekten yang dilakukan di Kraton dilakukan dengan ngaras jengku (mencium lutut Ngarsa Dalem) sebagai bentuk tanda bakti dan penghormatan. Terkecuali bagi kerabat yang berusia lebih tua dari Ngarsa Dalem, termasuk KGPAA Pakualam, sungkem pangabekten dilakukan dengan Sembah Karna, atau mengangkat kedua telapak tangan segaris lurus dengan daun telinga.

“Akan tetapi, berkaitan dengan situasi dan kondisi pandemi, prosesi Ngabekten kali ini dilakukan dengan lampah dodok dan menghaturkan sembah kepada Ngarsa Dalem dari jarak 1 meter,” tandasnya lagi.

Berkaitan dengan adanya Idul Fitri dan prosesi Ngabekten tersebut, wisata Kraton Yogyakarta ditutup selama tiga hari mulai Senin (2/5/2022) hingga Rabu (4/5/2022) besok. Selain itu, Tamansari juga ditutup selama dua hari, dan baru akan buka Rabu (4/5/2022) besok. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI