Kraton Yogyakarta Hadirkan Simposium Internasional Budaya Jawa 2021

Editor: KRjogja/Gus

KRATON Yogyakarta sebagai pusat kebudayaan Jawa terus melestarikan berbagai bentuk ekspresi budaya Jawa yang diturunkan dari nenek moyangnya. Kraton memastikan kekayaan budaya Jawa menjangkau khalayak yang lebih luas dari generasi ke generasi.

Kraton Yogyakarta telah menjadi tuan rumah simposium internasional tentang budaya Jawa sejak 2019. Pelaksanaan simposium sekaligus peringatan kenaikan tahta atau Tingalan Jumenengan Dalem Raja Kraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X ini terus dilakukan sebagai bentuk konsistensi Kraton Yogyakarta dalam melakukan edukasi budaya.

Ketua Panitia Simposium Internasional 2021 Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu mengatakan Kraton Yogyakarta kembali menyelenggarakan simposium internasional yang menjadi ruang diskusi akademik tentang budaya Jawa. Berbeda dengan pelaksanaan simposium sebelumnya, karena kegiatan ini akan diselenggarakan dalam bentuk webinar dan workshop secara daring pada 2021 karena pandemi Covid-19.

” Kegiatan edukasi soal budaya tidak lantas berhenti meski dalam kondisi pandemi Covid-19. Kita upayakan agar ruang diskusi soal budaya Jawa tetap ada meski formatnya berganti dalam jaringan (daring). Acara ini menghadirkan akademisi internasional untuk berbagi pemikiran mereka,” ujarnya.

GKR Hayu menuturkan tema dan bahasan yang diusung pada simposium internasional kali ini cenderung mengarah pada pembahasan budaya Jawa lebih umum. Beberapa tema yang diangkat antara lain sejarah, preservasi benda bersejarah, filosofi Jawa dan kuliner. Diharapkan masyarakat Jawa, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di negara-negara lain seperti Belanda, Suriname, Malaysia, Singapura, Kaledonia Baru dan sekitarnya dapat berpartisipasi.

” Kita dapat melihat beberapa kesamaan ekspresi budaya mereka seperti tradisi atau kebiasaan, bahasa, seni pertunjukan, serta filsafat. Kami pun mengadakan sesi workshop tentang pembuatan benda-benda yang identik dengan upacara di Jawa maupun praktik memasak masakan Jawa,” imbuhnya.

Putri keempat Raja Kraton Yogyakarta ini menyampaikan dialog ilmiah, lokakarya, diskusi dan acara berbasis akademik lainnya diperlukan untuk menjaga nilai-nilai dan apresiasi terhadap budaya Jawa tetap terjaga. Peserta dari berbagai kawasan dapat berpartisipasi dalam Webinar yang digelar setiap hari Sabtu dan Workshop yang berlangsung setiap hari Minggu dalam kurun waktu 10 Juli hingga 1 Agustus 2021.

Untuk mengikuti agenda ini, peserta dapat membeli tiket per sesi sebesar Rp 25.000 atau tiket gabungan (bundling) untuk 4 sesi webinar atau 4 sesi workshop sekaligus sebesar Rp 75.000. Pembelian tiket gabungan akan mendapatkan souvenir berupa tas dan masker (bebas ongkir) bagi peserta dengan alamat di Indonesia. Terdapat pula E-sertifikat diberikan kepada semua peserta. Adapun pembelian tiket bundling batas akhirnya pada 16 Juli 2021 pukul 20.00 WIB. Pembelian tiket hanya dilakukan melalui website resmi symposium.kratonjogja.id. (Ira)

Rangkuman agenda webinar dan workshop sebagai berikut:

AGENDA
Sesi 1
10 Juli : Webinar: “Masyarakat Jawa Dulu & Sekarang”
11 Juli : Workshop: Masakan Jawa 1

Sesi 2
17 Juli : Webinar “Pemeliharaan Benda Bersejarah”
18 Juli: Workshop: Kerajinan Daun Kelapa/Janur

Sesi 3
24 Juli: Webinar “Menggali Pemikiran Jawa”
25 Juli: Workshop: Masakan Jawa 2

Sesi 4
31 Juli: Webinar “Jamuan Kenegaraan di Kesultanan Yogyakarta”
1 Agustus: Workshop: Kerajinan Daun Pisang

BERITA REKOMENDASI