KSP Harus Berinovasi Bisnis dan Bertransformasi Digital

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRjogja.com – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mendorong Koperasi Simpan Pinjam (KSP) melakukan transformasi bisnis dan diversifikasi usaha dengan mulai masuk membiayai sektor-sektor produktif di sekitarnya yang difokuskan pada potensi yang dimiliki masing-masing wilayah. Untuk itu, pihaknya mendorong transformasi KSP membiayai sektor produksi setelah melihat fakta terjadinya over likuiditas di KSP. Di lain sisi, pandemi Covid-19 menjadi momentum untuk transformasi koperasi ke arah ekonomi digital.

Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki mengatakan pandemi Covid-19 berdampak negatif tidak hanya pada sektor kesehatan, namun juga memukul berbagai sektor perekonomian. Dengan ragam konsekuensi seperti Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), penurunan omset dan penerapan kebijakan internal untuk efisiensi biaya perusahaan. Koperasi secara langsung maupun tidak langsung turut terdampak.

“Setidaknya 59 persen koperasi di Indonesia adalah KSP, namun banyak yang mengalami over likuiditas dan membatasi pembayaran iuran keanggotaan. Saya meminta agar KSP tidak hanya fokus pada pengucuran pembiayaan bagi pelaku usaha mikro saja, namun diperlukan upaya untuk mulai merambah menjadi koperasi sektor produksi,” tuturnya saat membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) XXXII Puskopcuina Tahun Buku 2020 di Hotel Melia Purosani Yogyakarta, Jumat lalu (28/5).

Teten menegaskan transformasi bisnis KSP ini sangat diperlukan sebagai upaya pemerintah bersama pelaku koperasi dalam meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Koperasi yang mampu bergerak di sektor produksi justru bisa menjadi bantalan bagi perekonomian sehingga inovasi bisnis dan digitalisasi yang dilakukan oleh koperasi produksi dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

“Presiden Joko Widodo menargetkan kami agar mampu mendorong kontribusi koperasi pada PDB nasional sebesar 5,2 hingga 5,5 persen pada 2024, sedangkan kontribusi belum sampai pada 5 persen saat ini. Guna memastikan target tersebut bisa tercapai maka jumlah koperasi di sektor produksi harus diperbanyak kuantitas maupun kualitasnya. Mari kita pikirkan bersama-sama bagaimana mengembangkan model bisnis koperasi mulai menggarap sektor produksi sampai masuk mendukung pengadaan bahan baku industri manufaktur karena banyak negara mencari keunggulan khas untuk dijadikan basis produksi,” ungkapnya.

BERITA REKOMENDASI