Kualitas Siaran Menyongsong Era Digitalisasi Siaran Televisi

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJOGJA.com – Menyongsong era pertelevisian digital, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terus melakukan berbagai kegiatan diseminasi kepada lembaga penyiaran dan seluruh lapisan masyarakat tentang kualitas siaran televisi. Hal itu didasarkan pada hasil riset indeks kualitas siaran televisi yang telah dilakukan selama kurang lebih tujuh tahun bekerjasama dengan 12 perguruan tinggi di Indonesia, salah satunya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

“Kualitas siaran dapat dinilai dari tiga perspektif yang berbeda dan terkadang berlawanan, yaitu perspektif pemirsa (minat pemirsa, kebutuhan dan tuntutan pemirsa), produsen program siaran/konten kreator (kreativitas dan produksi teknis- audio, visual, pencahayaan, editing, dan hal teknis lainnya), manajemen televisi (Program siaran yang berkualitas harus menghadirkan karakteristik tertentu, seperti menghormati pluralitas dan integritas, pengungkapan kebenaran, kecerdikan dan tidak adanya kekasaran dan sensasionalisme),” urai Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga UIN Sunan Kalijaga Prof Dr Iswandi Syahputr SAg MSi.

Ditambahkan, terkait dengan posisi KPI sebagai lembaga independen representasi dari masyarakat, KPI memiliki kewenangan dalam mengatur hal-hal siaran agar dicapai kualitas siaran televisi yang berkualitas menuju fungsi dan tujuan ideal siaran televisi yang seharusnya seimbang dalam rangka membentuk karakter bangsa. Menurut pengamatan Prof Iswandi, sampai tahun ketiga pelaksanaan riset, kategori siaran masih di bawah standar.

Salah satunya infotainment dan sinetron yang tergolong merupakan siaran yang kurang berkualitas. KPI seharusnya memprioritaskan pengawasan terhadap kualitas sinetron dan infotainment. Melakukan pengembangan struktur organisasi agar ada pengawasan khusus untuk tayangan tersebut.

“KPI juga harus melakukan penguatan otoritas, sebagai regulator pada sektor penyiaran. Sehingga KPI harus mendapatkan kewenangan khusus untuk dapat menghentikan siaran yang tidak berkualitas dan memberikan sanksi,” sambungnya.

Digitalisasi penyiaran harusnya disambut sebagai demokratisasi penyiaran yang akan menjadikan dunia tampak lebih luas dan transparan. Dalam kondisi penyiaran yang lebih demokratis dan transparan, KPI memiliki tantangan, yakni berhadapan dengan pemangku kepentingan. KPI harus mampu mengusahakan regulasi yang tepat untuk kepentingan masyarakat. (Feb)

 

KPI

BERITA REKOMENDASI