Kuasa Hukum Azis Zamkarim Bantah Kliennya Bersalah dan Jadi Tersangka Baru

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kuasa Hukum Azis Zamkarim, Bedi Setiawan Al Fahmi SH MKn menegaskan, kasus yang menjerat kliennya belum mempunyai kekuatan hukum yang tetap (inkracht). Dengan demikian secara otomatis Azis Zamkarim tidak bisa dinyatakan bersalah secara hukum. Hal tersebut ditegaskan Bedi Setiawan meluruskan pemberitaan yang telah ditayangkan KRJOGJA.com berjudul ‘PN Sleman Eksekusi Gudang Senilai Rp 25 M’.

Bedi Setiawan mengatakan setelah proses pemeriksaan persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam tuntutannya hanya mengenakan pasal 263 ayat 1, padahal pada saat dakwaan menggunakan dakwaan alternatif dengan ayat 2 dan tuntutan 3 tahun 6 bulan penjara. Putusan majelis hakim pada Rabu (31/07/2019) menjatuhkan pidana penjara terhadap Azis Zamkarim selama 1 tahun.

“Terhadap putusan tersebut JPU telah menyatakan banding pada Senin (05/08/2019) dan hingga saat ini masih dalam proses pemeriksaan banding. Sehingga putusan terhadap perkara tersebut secara hukum belum inkracht. Secara otomatis berita klien kami telah bersalah adalah tidak benar menurut hukum,” tegas Bedi Setiawan didampingi Bayu Krisnapati SH MH, Selasa (04/09/2019).

Bedi Setiawan kembali menegaskan pemberitaan yang menyatakan jika Azis Zamkarim sebagai tersangka baru bersama Nora Laksono dan Tri Agus Heryono di Polda DIY, hal itu juga tidak benar. Menurutnya saat ini Azis Zamkarim belum menerima surat dari Polda DIY sebagai tersangka.

“Oleh karenanya, secara pribadi atas nama klien kami Azis Zamkarim bin Djamzani perlu meluruskan beberapa poin atas pemberitaan tersebut. Karena dampaknya secara langsung kepada diri klien kami,” tambahnya.

Dengan pernyataannya itu tim kuasa hukum ingin meluruskan pemberitaan terhadap kliennya yang telah beredar luas selama ini. Dengan klarifikasi ini Bedi Setiawan juga ingin memberikan pemahaman hukum kepada masyarakat tentang isi dari pemberitaan tersebut, khususnya mengenai persoalan hukum yang dialami kliennya. (Van)

BERITA REKOMENDASI