Kunjungan di Malioboro Tak Terpengaruh PKL Meninggal Karena Corona

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Meninggalnya seorang PKL Malioboro di Zona 3 sebelah barat karena Covid-19 tidak berpengaruh signifikan dengan kunjungan masyarakat ke Malioboro yang sudah berangsur normal dan tetap kondusif. Kasus ini menegaskan pengunjung dan pelaku usaha di Malioboro untuk selalu waspada, secara disiplin dan ketat memenuhi protokol kesehatan Covid-19.

“Sudah 90 persen toko buka, pemilik toko di Jalan Malioboro dan A Yani semua menyediakan tempat cuci tangan untuk pengunjung toko, setiap pengunjung wajib cuci tangan sebelum masuk dan bermasker,” tutur Koordinator Persatuan Pengusaha Malioboro-Ahmad Yani (PPMAY) Karyanto Yudomulyono.

Karyanto menyebutkan saat ini omzet sudah naik mencapai 75 persen. “Cuma sekarang tambah banyak PKL baru tidak terdaftar,” ungkapnya.

PPMAY sebagai wadah resmi pengusaha/pemilik toko di Malioboro dan A Yani, lanjut Karyanto, meminta agar Pemkot Yogya bisa menambah tempat air untuk cuci tangan bagi pengunjung Malioboro – A Yani. “Selama ini tempat airnya sering kosong dan dikeluhkan pengunjung,” ungkap Karyanto.

Jelang masa Adaptasi Kebiasaan Baru, lanjut Karyanto, dengan disiplin SOP Covid-19 dan ketersediaan fasilitas, Malioboro dan A Yani aman dan bersih, selalu terbuka pada pengunjung. “Malioboro sebagai ikon Yogya menjadi barometer nasional untuk melihat kondisi Yogya, jadi dengan kesadaran bersama harus kita jaga dengan disiplin SOP Covid-19,” tegas Karyanto.

Sementara di Malioboro Mall suasana kondusif dengan tingkat kunjungan yang terus meningkat. “Lokasi kejadian juga cukup jauh dari mal, jadi tidak ada pengaruh,” ucap Marketing Promotion Staff Eunike Set Satyarini.

Disebutkan, tenant Malioboro Mall saat ini 98 persen telah buka kembali. “Kunjungan sudah naik sekitar 7x lipat dari rata-rata awal pandemi namun belum mencapai 100 persen normal,” jelasnya. (R-4)

BERITA REKOMENDASI