Kuras Septic Tank Jangan Tunggu Penuh

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Sanitasi rumah tangga harus mulai menjadi perhatian masyarakat. Salah satunya perawatan kondisi septic tank yang harus dikuras secara berkala guna menghindari kebocoran dan pencemaran lingkungan.

Sebagian besar masyarakat yang memiliki septic tank baru akan melakukan pengurasan manakala sudah penuh. Padahal wadah penampungan hajat tersebut setidaknya dikuras atau disedot tiga tahun sekali atau maksimal lima tahun.

"Pencemaran lingkungan dari septic tank dimungkinkan terjadi saat sedimen di dalamnya sudah terlalu banyak, sehingga limbah yang masuk tidak memiliki cukup waktu untuk mengendap. Akibatnya, limbah langsung mengalir ke lingkungan," urai Kepala Seksi Perumahan dan Permukiman Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogya Cicilia Novi Hendrawati.

Pada tahun lalu, DPUPKP Kota Yogya sudah melakukan pendataan dan pemetaan septic tank di wilayah Kelurahan Patangpuluhan. Sedangkan pada tahun ini, pemetaan kembali dilanjutkan dengan menyasar Kelurahan Wirobrajan dan Pakuncen.

Dua kelurahan tersebut dijadikan sasaran karena masuk dalam kategori kawasan rawan sanitasi. Cicilia menambahkan, pendataan dan pemetaan akan dilakukan secara langsung dengan mendatangi rumah warga satu per satu. Kemudian melakukan wawancara serta pengecekan kondisi septic tank secara umum.

"Kami memang belum melakukan pengecekan dengan melihat secara langung spesifikasinya. Apakah sesuai dengan kebutuhan di rumah tersebut atau ada kebocoran. Kegiatan tersebut harus dilakukan dengan membongkar septic tank," imbuhnya.

Hasil pendataan tahun lalu di Kelurahan Patangpuluhan, ternyata masih banyak warga yang belum pernah menyedot atau menguras septic tank yang ada di rumah mereka. Petugas pun menyarankan supaya pemilik rumah melakukan penyedotan agar septic tank tetap berfungsi optimal dan tidak berpotensi mengalami kebocoran.

Secara bertahap, septic tank di seluruh wilayah akan didata dan dipetakan kondisinya. Hasil kegiatan tersebut lantas dimasukkan dalam sistem informasi manajemen pengelolaan air limbah domestik atau Simpel Saldo.

Bahkan nantinya juga akan diintegrasikan dengan data organisasi perangkat daerah lain. Apalagi DPUPKP memiliki program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (L2T2) yang dapat diakses oleh masyarakat. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI