Kurikulum Kampus Merdeka, Tercipta Budaya Belajar Mandiri

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kurikulum merdeka belajar – kampus merdeka disahkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Kurikulum tersebut dilakukan bersamaan dengan hadirnya pandemi Covid-19 di Indonesia. Ini tantangan bagi prodi untuk sosialisasi kepada mahasiswa, terutama terkait media sosialisasinya.

Demikian diungkapkan Dr Eva Latipah MSi, Kaprodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu (13/10/2020). Hal tersebut disampaikan dalam Studium Genenal bertema ‘Hak Mahasiswa dalam Konteks Merdeka Belajar – Kampus Merdeka’ dengan narasumber Dr Nida UI Hasanat MSi (Wakil Dekan 1 Fakultas Psikologi UGM) serta Keynote Speaker Dr Hj Sri Sumarni MPd (Dekan FITK – UIN Sunan Kalijaga).

Studium General secara online tersebut diselenggarakan Prodi Pendidikan Agama Islam FITK UIN Sunan Kalijaga dimoderatori Dr M Agung Rokhimawan MPd. Menurut Eva Latipah, Kurikulun merdeka belajar – kampus merdeka, mahasiswa penting memahami kurikulum tersebut. “Mahasiswa menjadi tahu, memahami hak-haknya pembelajaran di perguruan tinggi,” ucapnya.

Ditegaskan Eva Latipah, dengan memahami hak-haknya dalam pembelajaran diharapkan mahasiswa memiliki kebebasan memutuskan rangkaian pembelajaran sehingga tercipta budaya belajar yang mandiri. Selain itu, lintas disiplin dan mendapatkan pengetahuan serta pengalaman yang berharga untuk diterapkan. (Jay)

BERITA REKOMENDASI