Lahan Pertanian di Kota Yogyakarta Masih Subur

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kendati bukan daerah produsen padi, namun lahan pertanian di Kota Yogya tergolong masih subur. Salah satunya kelompok tani di Tegalrejo yang berhasil melakukan panen raya. Dari lahan 3,5 hektare mampu menghasilkan Rp 110 juta.

"Jenis padi yang ditanam varietas Segreg. Harganya cukup tinggi yakni Rp 4.800 per kilogram untuk gabah tebas. Setelah panen ini juga sudah ada yang membeli," tandas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogya Sugeng Darmanto.

Baca juga :

Jokowi Diusik, 'Alap-Alap Jokowi' Siap Pasang Badan
Gejayan Memanggil 2 Dilakukan Hari Ini, Massa Buat 6 Panggung Orasi

Dari lahan seluas satu hektare, mampu menghasilkan 6,6 ton padi. Sehingga dari total 3,5 hektare kelompok tani tersebut mampu meraup Rp 110 juta. Namun nilai keuntungannya belum dikurangi dengan biaya operasional selama tiga bulan yakni sekitar Rp 30 juta.

Selain itu, petani setempat mayoritas sebagai penggarap lahan. Hal ini lantaran 90 persen lahan yang masih difungsikan sebagai persawahan merupakan milik pihak ketiga.

Sugeng menambahkan, Kecamatan Tegalrejo selama ini merupakan wilayah dengan lahan pertanian terluas kedua di Kota Yogya setelah Umbulharjo. Setelah itu disusul Kecamatan Kotagede, Mantrijeron, dan Mergangsan.

"Di Kota Yogya hanya ada lima kecamatan yang memiliki areal persawahan. Total lahan sawah yang tersisa ialah 52,5 hektare dengan produksi padi 60 ton," imbuhnya.

Setelah menggelar panen, petani setempat juga langsung menyiapkan masa tanam kembali. Musim kemarau yang berkepanjangan tidak memberikan dampak bagi petani lantaran areal di sana sudah teraliri saluran irigasi teknis. Sehingga dalam kondisi apa pun airnya masih terus mengalir.

Wakil Walikota Yogya Heroe Poerwadi, mengapresiasi kemandirian kelompok tani di Tegalrejo. Meski lahan di Kota Yogya terus menyusut, namun warga setempat tetap berkomitmen mempertahankan lahannya untuk persawahan. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI