Lahan Relokasi Lebih Murah, Warga Terdampak Bandara Masih Untung

YOGYA (KRjogja.com) – Pemerintah Kabupaten Kulonprogo mempersiapkan lahan relokasi bagi warga yang terdampak proyek bandara baru. Lahan relokasi tersebut harus dibeli warga dengan harga Rp 500 ribu per meter persegi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kulonprogo Astungkara kepada wartawan saat ditemui di DPRD DIY Senin (19/9/2016) mengatakan lokasi lahan relokasi yang disiapkan masih berada di seputaran bandara baru. Menurut dia, harganya dipatok mulai Rp 500 ribu per meter perseginya.

"Ada lima desa di seputar bandara baru, sudah ada disiapkan. Warga tetap harus membayar kisarannya Rp 500 ribu permeter tapi kalau yang di depan bisa lebih mahal lagi," ungkapnya.

Menurut Astungkara, warga terdampak bandata masih akan mendapatkan keuntungan mengingat taksiran harga Angkasapura harganya lebih mahal. "Kalau lahan yang sekarang dibangun bandara itu kan lebih dari Rp 1 juta per meter persegi," lanjutnya.

Pemkab Kulonprogo sebenarnya juga mempersiapkan Pakualaman Ground seluas 15 hektare di Desa Kaligitung. Namun, lahan tersebut diprioritaskan untuk warga miskin terdampak bandara yang sebelumnya tidak memiliki tanah dan rumah.

Tercatat ada 101 warga yang nantinya akan menempati tanah Pakualaman Ground dengan status magersari tersebut. Mereka diperkenankan tinggal namun tak dapat memperjualbelikannya pada pihak lain. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI