Lahan Terancam Puso Pemprop DIY Optimis Ketahanan Pangan Terjaga, Cek Empat Faktanya Disini

YOGYA, KRJOGJA.com – Sekitar 2.000 hektare (Ha) dari total lahan pertanian sawah di DIY 65.000 Ha terdampak kekeringan. Dari 2.000 Ha tersebut merupakan tadah hujan, dengan 1.000 Ha di antaranya terancam puso. Namun, ada fakta lain yang menunjukkan kondisi kekeringan tidak perlu dirasaukan. Berikut Faktanya :

1. Kekeringan Bisa Diatasi dengan Pompanisasi

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY Ir Arofa Noor Indriani MSi mengatakan lahan pertanian potensi tadah hujan yang terdampak tersebut sebagian besar ada di Gunungkidul lalu sebagian kecil ada di Kulonprogo.

“Dari total luasan lahan pertanian di DIY sebesar 65.000 Ha, ada 2.000 Ha lahan pertanian tadah hujan yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau. Dari 2.000 Ha lahan pertanian tadah hujan tersebut, sekitar 50 persennya bisa diatasi dengan pompanisasi sehingga lahan pertanian yang terdampak kekeringan tinggal 1.000 Ha saat ini,” papar Arofa kepada KR di Yogyakarta, Senin (27/7).

2. Masih Surplus 200.000 Ton Beras

Arofa menyampaikan produksi padi di DIY mencapai 5 hingga 6 ton setara
beras per Ha sehingga apabila berkurang 1.000 Ha maka produksinya berkurang sekitar 5.000 hingga 6.000 ton.

Sedangkan total produksi padi di DIY mencapai kisaran 550.000 hingga 600.000 ton setara beras setiap tahunnya dengan kebutuhan mencapai 35.000 hingga 37.000 ton beras perbulan atau sekitar 450.000 ton setahun.Sehingga masih surplus sekitar 150.000 sampai 200.000 ton beras di DIY yang setara kebutuhan masyarakat untuk 2 hingga 3 bulan ke depan.

“Kami pastikan produksi padi di DIY masih tetap aman di tengah ancaman musim kemarau. Meskipun ada pengurangan lahan akibat kekeringan, namun dampaknya tidak terlalu signifikan terhadap hasil produksi padi sehingga ketahanan pangan khususnya beras di DIY masih tetap terjaga,” ungkapnya.

BERITA REKOMENDASI