Lampion Ponik, Kreasi Unik Manfaatkan Sampah

YOGYA, KRJOGJA.com – Warga RW 6 Kampung Notoprajan Kecamatan Ngampilan, Kota Yogyakarta punya cara unik untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional yang berlangsung di kawasan Tugu Yogyakarta, Minggu (01/04/2018). Mereka membuat sebuah lampion berbentuk hati yang terbuat dari sampah dan dipadukan dengan konsep hidroponik.

"Ide ini sebenarnya muncul tiba-tiba semalam. Langsung dikerjakan di lokasi lomba pagi ini," kata Tri Sudiyono (38), penggagas lampion yang kemudian ia namakan Lampion Ponik. Perpaduan dari hidroponik dengan lampion. 

Warga Notoprajan yang mengikuti lomba lampion di kawasan Tugu Yogykarta.

Menurut Tri Sudiyono, biaya yang dikeluarkan untuk membuat Lampion Ponik maksimal hanya Rp 30 ribu untuk membeli kawat. Sementara bahan-bahan lainnya seperti selang, pompa air aquarium, lampu adalah barang bekas yang sudah tidak terpakai.

"Tidak sampai Rp 30 ribu karena kawatnya pun terpakai sedikit, mungkin cuma 8.000 (rupiah. Sedang selang itu sisa dari kerajinan yang saya buat," kata Tri yang sehari-hari membuat kerajinan tas.

Meski dibuat dengan mendadak, Lampion Ponik ternyata jadi tempat favorit untuk swafoto atau selfie pengunjung yang hadir dalam car free day Toegoe Jogja Festival (TJF). "Konsepnya selain bisa dimanfaatkan untuk menanam sayuran, bisa untuk hiasan atau lampion,"kata Tri Sudiyono.

Karena, keunikannya, Lampion Ponik ini mendapat Juara IV dalam Lomba Lampion Hari Peduli Sampah Nasional DIY. (Apw)

Baca Juga :

Prahara Cinta Segi Tiga Membawa Petaka
Dimasak Tradisional, Serabi Kocor ‘Ngangeni’
Nanas, Bikin Sate Goreng Kambing Tambah Lezat

BERITA REKOMENDASI