Lansia di Kota Yogya Jalani Vaksinasi Hari Ini

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Usai menyelesaikan program vaksinasi Covid-19 secara massal untuk gelombang kedua, Pemkot Yogya kini mulai fokus menyasar warga lanjut usia (lansia). Dari total warga lansia yang sudah teregister sebanyak 12.000 orang, ditargetkan akan selesai dalam waktu 10 hari ke depan.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogya Heroe Poerwadi, menyebut dari data yang sudah terhimpun total warga lansia di Kota Yogya sebetulnya sekitar 46.000 jiwa. “Sebagian masih kita bantu untuk register. Tapi yang sudah masuk register mencapai 12.000 orang,” jelasnya.

Pencanangan vaksinasi bagi lansia sebenarnya sudah dilakukan sejak 26 Februari 2021 lalu. Namun mulai Senin (08/03/2021) hari ini akan digencarkan melalui vaksinasi massal. Hanya, teknisnya tidak diundang dalam satu lokasi melainkan disebar ke fasilitas layanan kesehatan. Terdapat 12 titik lokasi yakni 10 rumah sakit dan dua rumah sakit khusus ibu dan anak (RSKIA).

Heroe menyebut, kuota tiap rumah sakit ialah 100 orang per hari sedangkan RSKI 50 orang per hari. Dengan begitu jika semua warga lansia yang sudah terdaftar dapat memenuhi undangan maka bisa dituntaskan dalam waktu 10 hari.

“Harapan kami Maret ini sasaran vaksinasi prioritas bisa selesai termasuk bagi pelayan publik. Selanjutnya untuk April kami siapkan vaksinasi bagi masyarakat umum secara luas sesuai klasterklaster yang ada,” imbuhnya.

Terkait vaksinasi massal gelombang kedua pada 1-6 Maret 2021 lalu, capaiannya tergolong tinggi. Terutama untuk sasaran pelaku usaha pariwisata, Malioboro, pedagang Pasar Beringharjo termasuk pekerja media.

Total yang teregister mencapai 19.200 orang, sedangkan yang datang 17.240 orang atau 89,79 persen. Dari jumlah itu yang berhasil divaksin di tiga lokasi yakni Beteng Vredeburg, Pasar Beringharjo dan Taman Parkir Abu Bakar Ali mencapai 16.364 atau 85,18 persen.

Diakuinya, pada fase awal vaksinasi ada sebagian yang belum datang karena rasa takut dan informasi hoaks tentang keamanan vaksin. Akan tetapi kemudian sadar dan ikut antre pada jelang akhir vaksinasi massal. Namun karena tidak pada jam layanan sesuai undangan maka dialihkan dan dijadwalkan ulang di fasilitas layanan kesehatan.

“Saat ini antusiasme masyarakat untuk ikut divaksin juga cukup tinggi. Banyak yang datang meskipun belum mendaftar. Dikiranya bisa langsung ikut vaksinasi padahal kan harus terdaftar dulu di Pusdatin,” katanya.

Sementara itu menyangkut perkembangan kasus Covid-19, jumlahnya saat ini sudah menurun secara drastis. Meski demikian sebarannya masih ada baik di lingkungan keluarga, wilayah maupun tempat pertemuan. Diharapkan dengan capaian tinggi program vaksinasi serta kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan maka sebaran Covid-19 bisa ditekan. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI