Larangan Mudik, Okupansi Perhotelan DIY Kian Terpuruk

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Tingkat hunian atau okupansi hotel di DIY semakin terpuruk dengan diberlakukanya kebijakan larangan mudik Lebaran 2021. Meskipun mengalami tekanan, bisnis perhotelan di DIY mencoba bertahan dengan mengandalkan paket staycation yang membidik masyarakat lokal maupun ASN di DIY yang tidak mudik.

Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan dampak diberlakukannya kebijakan larangan mudik saat ini membuat bisnis perhotelan di DIY menjerit. Bahkan. pihaknya memprediksi tingkat hunian hotel di tahun ini lebih parah dari pada tahun lalu.

“Rata-rata okupansi perhotelan di DIY hanya mencapai 15 hingga 25 persen rata-rata beberapa hari lalu, sekarang hanya 0,5 sampai dengan 10 persen. Parahnya lagi, reservasi paling tinggi 0,6 persen pada 13 hingga 20 Mei 2021 mendatang. Capaian reservasi yang menyedihkan dan rekor terendah selama PHRI berdiri di DIY, tidak terkecuali daerah lainnya,” katanya di Yogyakarta, Jumat (07/05/2021).

Deddy mengaku PHRI DIY tengah mengandalkan program staycation dari masyarakat lokal. Namun dirinya tidak bisa berharap lebih karena daya beli masyarakat dinilai masih rendah. Oleh karena itu, pihaknya berharap ASN yang tidak boleh keluar kota atau mudik bisa membantu mengisi kekosongan hunian.

“Setidaknya menginap satu atau dua hari di hotel yang sudah menerapkan protokol kesehatan dan telah memiliki sertifikasi Cleanliness, Health, Safety and Environment (CHSE). Dari anggota PHRI sendiri kini berusaha antar DPC saling membantu dengan cara menginap di hotel lain,” terangnya.

General Manager Hotel Ruba Grha Yogyakarta ini mengungkapkan upaya staycation baik yang membidik ASN maupun masyarakat lokal ini agar okupansi bisa tetap terisi. Anggota PHRI DIY mencoba untuk menggerakan usaha masing-masing sembari berharap ada keberpihakan dari pemerintah.

“Strateginya jangan mudik ayo piknik sekarang. Kondisi ini sangat berat karena kebijakan yang selalu berubah dan selalu mendadak. Kalau dibandingkan tahun lalu, tingkat huniannya sangat menyedihkan dan lebih parah lebaran tahun ini,” tandas Deddy.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Sugeng Arianto menyampaikan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di DIY pada Maret 2021 sebesar 40,42 persen, mengalami kenaikan sebesar 13,55 poin dibandingkan TPK bulan sebelumnya yang tercatat 26,87 persen. Sementara itu, rata-rata lama menginap tamu di hotel bintang pada Maret 2021 mencapai angka 1,52 hari.

“TPK tertinggi tercatat pada hotel bintang lima yang mencapai 46,55 persen dan TPK terendah tercatat pada hotel bintang satu 18,82 persen,” pungkas Sugeng. (Ira)

BERITA REKOMENDASI