Lark, Aplikasi Gratis Mudahkan Kerja Jadi Tanpa Jarak

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Dr Devie Rahmawati, peneliti Sosial dan Komunikasi Universitas Indonesia mengungkap masa pandemi Covid mengubah pola kehidupan manusia. Kini, manusia berusaha terkoneksi dengan mudah karena keterbatasan jarak akibat penerapan kebijakan pembatasan sosial untuk mencegah penularan virus.

“Penyesuaian dimulai saat pandemi, di mana orang dipaksa harus punya kehidupan digital dalam pekerjaan dan banyak hal lain. Tapi kemudian banyak masalah karena orang harus menyesuaikan diri dengan teknologi, kebingungan dengan hal-hal baru yang harus dikuasai dalam waktu singkat,” ungkapnya dalam pertemuan virtual dengan media di Yogyakarta, Rabu (02/12/2020).

Devie mengatakan permasalahan para pekerja yang harus tetap produktif, ditambah kekhawatiran dampak Covid membuat tingkat stres dan depresi meningkat. Menurut dia perlu ada terobosan teknologi mudah untuk berbagai kalangan.

“Ketika orang tidak bingung tools, fokus pada pekerjaan maka bisa lebih maksimal kualitasnya. Produktivitas itu akumulasi dari aktivitas, maka ketika orang punya lompatan maka perlu teknologi untuk siapapun baik itu,” sambung dia.

Suryanto, Senior Professional Service Consultant Lark, mengatakan pihaknya mulai mengembangkan platform aplikasi gratis yang sebenarnya mulai diperkenalkan untuk Indonesia sejak akhir 2019 lalu. Aplikasi bernana Lark bisa diunduh secara gratis oleh siapapun untuk menunjang konektivitas dan kolaborasi yang dibutuhkan untuk era ini juga kedepan.

“Karena pandemi, kita dipaksa menggunakan teknologi yang seharusnya ada untuk lima tahun kedepan. Lark hadir dengan harapan bisa memudahkan kinerja kolaborasi yang mungkin harus dilakukan jarak jauh sehingga terasa tanpa jarak,” ungkapnya.

Dalam aplikasi Lark, berbagai fitur dihadirkan dan diakses secara gratis oleh pengguna mulai chatting (percakapan), email, document (drive), calendar dan aplikasi yang dibutuhkan lainnya seperti video conference sampai live streaming. “Kami berharap pengguna tidak repot karena ketika butuh banyak pindah aplikasi digital, menyita waktu dan bahkan membuat stres,” imbuhnya.

Aplikasi tersebut menurut Suryanto bisa digunakan UMKM dengan hanya 5 pekerja sampai perusahaan besar dengan ribuan karyawan. Ini pula alasan Lark memperkenalkan diri ke Yogyakarta yang dikenal dengan begitu banyak instansi pendidikan dan UMKM.

“Bisa pula live streaming dengan unlimited video conference. Bisa translate 100 bahasa dan sudah tersedia dalam 14 bahasa termasuk Bahasa Indonesia. Kami berharap bisa membantu Yogyakarta dengan aplikasi ini. Perguruan tinggi bisa menggunakan, UMKM di berbagai bidang termasuk industri pariwisata juga sangat bisa,” lanjut dia lagi.

Beberapa perguruan tinggi disebut Suryanto sudah menggunakan Lark dalam mendukung kinerja selama beberapa waktu terakhir. “ Mahasiswa misalnya, upload skripsi melalui Lark, untuk dikoreksi oleh dosen dan bisa bertemu di sana. Antar dosen juga bisa kolaborasi melalui aplikasi ini. Harapannya bisa membantu untuk DIY,” pungkas dia. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI