Laskar Jogja Bertekad Riil Untuk Masyarakat

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Laskar Jogja (Lasjo) yang bermarkas di Gandekan Lor, Gedongtengen, Yogya kini semakin dikenal masyarakat dengan berbagai aktivitas sosial, budaya dan keagamannya. Sebagai sebuah organisasi massa, Lasjo menyediakan diri untuk berbagi pengalaman dan pekerjaan dengan pihak lain.

Tujuannya tidak lain turut menciptakan keamanan dan kenyamanan di Yogya dan sekitarnya, dengan cara membangun kebersamaan antarkomunitas. Secara singkat bisa dikatakan Lasjo ingin berbuat riil untuk masyarakat.

Menurut Ketua Umum/Panglima Lasjo, Indra Eka Putra (Indra Tatto) pada awalnya Lasjo sebatas sekumpulan rekan-rekan yang merasa senasib sepenanggungan dalam urusan ekonomi dan sosial. Tak hanya itu, penilaian sinis pun sering dialamatkan ke Lasjo lantaran ada satu-dua anggota yang dulunya berkecimpung di ‘dunia hitam’. Tetapi lama kelamaan penilaian itu pupusa dengan sendirinya sejalan dengan berbagai aktivitas Lasjo, terutama di bidang sosial dan keagamaan.

Menurut Indra Tatto, dulu komunitasnya sering ditempeli stigma yang kurang nyaman yang rekam jejaknya di masa lalu. Meski demikian, Indra Tatto tidak ‘menyerah’, prinsipnya setiap orang diberi kesempatan oleh-Nya untuk memperbaiki diri.

“Mending punya masa lalu kurang baik tetapi sekarang sadar dan memperbaiki diri, ketimbang dulu orang baik tetapi sekarang menjadi orang yang perbuatannya tidak terpuji,” kata Indra Tatto kepada KRJOGJA.com, Senin (20/07/2020).

Bukan tanpa alasan jika Indra Tatto mengatakan seperti itu, karena dirinya sadar dulu pernah ‘bersentuhan’ dengan kerasnya kehidupan di jalanan. Lelaki yang dijuluki sebagai ‘lurahe’ kawasan Pasar Kembang ini, tidak mengelak jika memiliki latar belakang yang dinilai sebagai sesuatu yang ‘minus’. Lantaran kedekatannya dengan ‘mbak-mbak’ yang menjadi penghuni Pasar Kembang dirinya acapkali ditempeli stigma ‘hitam.

BERITA REKOMENDASI