Launching Film ‘Aku Bukan Marsinah’, Buktikan Eksistensi Asdrafi

Editor: KRjogja/Gus

Thriler dari film ‘Aku Bukan Marsinah’

Jedink Alexander mengungkapkan, bahwa keberangkatan memproduksi film pendek ini, sebagai wujud nyata rasa cinta terhadap Asdrafi, dan menjadi momentum para alumni mempunyai spirit yang sama untuk bangkit guyub rukun berkarya kreatif yang bermanfaat untuk masyarakat. “Saya gembira karena proses produksi film pendek ini, kawan-kawan Asdrafi yang terlibat mempunyai semangat sama ingin berkarya maksimal. Eloknya, pada saat peluncuran film pendek Aku Bukan Marsinah ini, dihadiri lintas seniman, kalangan mahasiswa dan para alumni Asdrafi yang tinggal di Yogya dan dari luar kota diantaranya Magelang, Surabaya,” tutur Jedink.

Nunung Rieta N menjelaskan, film pendek cerita ‘Aku Bukan Marsinah’ dengan tokoh Rindang ini, intinya ingin menyampaikan pesan bahwa Rindang, sebagai perempuan telah menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh suaminya Beno. Bahkan Rindang, berani melakukan perlawanan. Rindang ini sosok ibu rumah tangga yang gigih berjuang dengan tegar menolak dominasi laki-laki dan kekerasan terhadap perempuan. “Film pendek produksi ini, sebagai karya seni kultural usai peluncuran ini, rencana selain diputar di kantung-kantung komunitas budaya, komunitas film di sejumlah kampus, cafe yang mempunyai program budaya dan diikutkan dalam ajang festival film,” tukas Nunung.

Sementara Indra Tranggono menegaskan, film pendek ‘Aku Bukan Marsinah’ ini, sebagai bukti, dan langkah awal para alumni Asdrafi, menggeliat ingin menunjukkan masih bisa berkarya. Salah satunya, Jedink Alexader sebagai alumni Asdrafi Yogya, secara nyata mau menjadi motor penggerak produksi film ini. Bahkan Jedink, pada saat pameran tunggal bertajuk 100 Tokoh dalam Goresan Jedink di pendapa Asdrafi bulan Agustus 2020, dapat menjadi perekat dan momentum membangkitkan semangat para alumni Asdrafi untuk berkarya kreatif bersama,” kata Indra Tranggono. (Chil)

 

BERITA REKOMENDASI