Lava Pijar dan Awan Panas Masih Terjadi, Aktivitas Erupsi Merapi Mereda

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – BPPTKG melaporkan hasil kajian aktivitas erupsi Merapi terkini hingga 22 Januari 2021. BPPTKG menilai aktivitas erupsi Merapi mulai mereda meski guguran lava pijar dan awan panas dimungkinkan masih terus terjadi.

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, mengatakan volume kubah lava Merapi hingga 22 Januari tercatat sebesar 104 ribu meter3 dengan laju pertumbuhan 19 ribu meter3 per hari. Volume tersebut jauh lebih kecil daripada tahun 2006 yang hitungannya disebut hingga jutaan meter3.

“Pertumbuhan rata-rata di 2006 sebesar 70 ribu meter3 perhari sebelum terjadi gempa. Kemudian ada gempa meningkat 100 ribu meter3 perhari. Saat ini kubah lava masih kecil hitungannya untuk karakter Merapi,” ungkap Hanik pada wartawan.

BPPTKG mencatat saat ini terjadi penurunan aktivitas seismik dibuktikan dengan kegempaan yang berkurang dan juga jarak tunjam yang tidak lagi memendek. Meski demikian, hingga kini masih terus terjadi guguran baik lava pijar maupun awan panas.

“Jadi erupsi sejak 4 Januari bersifat efusif dengan dominasi lava dan awan panas. Sejak 7 Januari hingga 21 Januari terjadi 25 kali awan panas. Saat ini deformasi sudah berhenti (1 mm per hari). Kejadian guguran tinggi, itu bersumber dari lokasi erupsi karena Kegempaan internal hanya 12 kali sehari. Gas vulkanik juga ada tren penurunan 550 ppm,” sambung Hanik.

BERITA REKOMENDASI