Layanan Covid-19 Area DIY, Hubungi Nomor Ini

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Di tengah penyebaran Virus Corona di dunia, Pemda DIY menyarankan masyarakat untuk mengecek kesehatan masing-masing dan tetap menjaga kebersihan. Dengan begitu, masyarakat tak mudah terkena virus yang hingga kini belum ditemukan vaksinnya tersebut.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY, drg Pembajun Setyaning Astutie MKes untuk tetap menjaga kesehatan, masyarakat DIY justru tak perlu berbondong-bondong memeriksakan diri apakah mereka terkena Virus Corona atau tidak.

“Masyarakat harus bisa mengecek diri sendiri. Kecuali, kalau ada gejala batuk, pilek, sesak nafas, suhu badan tinggi, pernah pergi ke daerah wilayah terjangkit atau kontak dengan pasien terjangkit dalam waktu dekat. Jika dari sekian kriteria itu tidak ada satupun yang ada, tidak perlu tes. Masyarakat tinggal menjaga dirinya tetap sehat,” katanya di Kompleks Kepatihan, Senin (16/03/2020).

Bagi masyarakat yang merasakan sejumlah gejala diatas, bisa menghubungi nomor layanan Covid-19 area DIY di (0274) 555585 atau 0811 2764 800. Tak lupa, masyarakat diminta untuk mengenakan masker dan mengganti secara berkala agar tidak menular ke orang lain ketika bersin atau batuk. Ditambah, masyarakat juga perlu mengarantina diri sendiri dan mengurangi bepergian atau bertemu orang lain guna mencegah penyebaran virus.

“Masyarakat itu kemudian disebut Orang Dalam Pemantauan (ODP). Kami menyarankan agar mereka mengarantina diri sendiri,” tambahnya. Jika sakit berlanjut, warga bisa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat. Dari situ, mereka akan diperiksa dan ditentukan apakah mereka dirujuk ke rumah sakit rujukan atau tidak.

Apabila masyarakat tidak memenuhi kriteria suspect Covid-19, maka mereka dirawat inap atau rawat jalan tergantung dengan diagnosa dan keputusan dokter. Namun, apabila masyarakat ternyata terdiagnosa sebagai kriteria suspect Covid-19, maka tenaga kesehatan akan merekomendasikan pasien bersangkutan untuk dirujuk ke rumah sakit rujukan.

Pasien yang dirujuk akan dipindahkan menggunakan ambulan didampingi tenaga kesehatan yang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Setelah dilakukan pengambilan spesimen, pasien rujukan akan dirawat di ruang isolasi.

Spesimen yang telah diambil, selanjutnya dikirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) di Jakarta. Hasil pemeriksaan pertama akan keluar sesegera mungkin. Jika negatif, pasien akan dirawat sesuai dengan penyebab penyakitnya. Jika positif, pasien akan dinyatakan sebagai penderita Covid-19 dan sampel selanjutnya akan diambil setiap hari.

Pasien akan dikeluarkan dari ruang isolasi jika pemeriksaan sampel dua kali berturut-turut menujukkan hasil negatif. “Kami juga melakukan penelusuran masyarakat yang sekiranya pernah berkontak dengan pasien positif atau mengunjungi negara terjangkit. Tujuannya tentu untuk memutus mata rantai penyebaran kasus,” katanya lagi.

Ditanya mengenai kesiapan rumah sakit di DIY mengenai penanganan Covid-19, Pembajun mengungkapkan pihaknya sudah memberdayakan rekan-rekan tenaga kesehatan hingga di tingkat puskesmas. “Kesulitannya, saat pasien mau dirujuk, ronsennya itu belum tegak. RS mau saja merujuk, tapi tentu ronsennya harus jelas dulu. Sehingga, kami berharap yang masuk ke rumah sakit rujukan itu yang betul-betul Pasien Dalam Pengawasan (PDP),” jelasnya.

Terkait biaya tes Covid-19, Pembajun membeberkan, biaya pasien yang positif virus korona akan ditanggung oleh pemerintah pusat. Sementara, untuk biaya pasien yang negatif atau ODP virus korona akan ditanggung oleh pemerintah daerah. “Apabila ternyata ia menderita sakit batuk, sesak nafas atau yang serupa namun bukan karena virus korona, maka bisa menggunakan skema BPJS,” tandas Pembajun. (R-1)

BERITA REKOMENDASI