Lebaran ‘Khusyuk’ Ala Kustomfest

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Perhelatan Kustomfest yang sembilan tahun terakhir disebut-sebut sebagai Lebaran kaum kustom akhirnya resmi digelar saat masa pandemi Covid. 16 Desember, menjadi hari pertama ajang tersebut dibuka untuk umum, dengan kapasitas maksimal hanya 120 orang sehari.

Direktur Kustomfest, Lulut Wahyudi mengungkap keputusan menggelar event di tahun ini berangkat dari ‘gugatan’ builder yang ternyata antusias sejak lama. Menurut dia, para builder terus berkreasi di tengah pandemi yang melumpuhkan hampir setiap segi kehidupan.

“Kami ini digugat lah bahasanya, mereka bilang Kustomfest harus tetap ada tahun ini. Kami lantas berpikir, ide dituangkan dalam satu bulan akhirnya terjadilah Kustomfest ya g senyap ini, ya kalau ibaratnya, Lebarannya khusyuk lah,” ungkap Lulut, Rabu (16/12/2020).

Suasana di Jogja National Museum (JNM) sendiri terbilang cukup menarik untuk Kustomfest. Meski pengunjung terutama yang pernah mengunjungi event Artjog akan sulit menanggalkan gelaran tersebut, namun pengalaman berbeda akan terasa bagi pengunjung yang biasa menyaksikan Kustomfest di Jogja Expo Center (JEC).

Hingar bingar gelaran hebat khas Kustomfest akan terasa hilang kali ini, persis seperti pernyataan Lulut, bahwa tahun ini dunia seolah berduka karena Covid, meski tak menyerah. Pengunjung akan melebur khusyuk menyaksikan karya kustom motor di tiga lantai JNM.

Kekhusyukan, terasa ketika pengunjung bisa berinteraksi lebih dekat dengan karya. Menyaksikan setiap detail pengerjaan, tanpa terganggu riuh memang berbeda dari biasanya di JEC yang begitu berisik.

“Ada waktu dua jam setiap sesi kunjungan, silahkan beribadah dengan khusyuk di Kustomfest tahun ini. Karya yang masuk tetap dengan seleksi ketat, kami menampilkan yang terbaik sesuai standar Kustomfest selama ini,” lanjut Lulut.

Heri Pemad, Direktur Artjog yang kali ini didapuk sebagai Art Director Kustomfest mengaku ingin menaikkan kelas motor-motor kustom lebih tinggi dari sebuah karya seni. Pemad bahkan tak segan menyebut karya-karya builder sebagai masterpiece yang terbentuk dari hal-hal luar biasa di belakangnya.

“Saya ini balas dendam, karena kalau nonton Kustomfest selama ini sulit menikmati secara lebih dekat. Kali ini di momen pandemi, Kustomfest akhirnya membuat gelaran di JNM dan akhirnya saya bisa buat sesuai harapan selama ini, di mana pengunjung bisa menikmati karya ini dengan lebih dekat, menyeluruh,” ungkap Pemad.

Kustomfest sendiri akan digelar hingga 31 Desember mendatang. 75 karya motor ditampilkan ditambah 10 mobil yang juga sangat luar biasa. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI