Level PPKM Turun, Peluang Bangkit Industri Wisata Terbuka

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJogja.com – Pelaku industri wisata.menyambut antusias turunnya Level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari Level 4 ke 3. Mereka berharap turunnya level PPKM ini diikuti kebijakan pergerakan wisata dengan disiplin prokes dan percepatan vaksinaai yang membuka kebangkitan industri wisata di Yogya.

“Turunnya level menjadi kesempatan untuk mulai menjalankan usaha kembali dengan peluang yang ada,” tutur Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) DIY Hery Setyawan kepada KRJogja.com.
Herry berharap kejelasan aturan Level 3 ini apa saja yang diperbolehkan untuk wisata, “Jangan sampai ada kejadian seperti kemarin ada 20 bus yang tidak boleh masuk destinasi wisata disuruh putar balik karena.miss communication,” tegasnya.

Sedang Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY Bobby Ardyanto SA menyatakan penurunan level menjadi goodnews buat industri pariwisata, dan menjadi spirit buat.pelaku industri wisata untuk semakin menguatkan persiapan menuju digerakannya ekonomi & pariwisata DIY kembali.

“Semakin tingginya persentase vaksin warga DIY dan kesadaran untuk masuk di dalam aplikasi peduli lindungi untuk memperlancar dan monitoring mobilitas akan menjadikan semakin terakselerasinya recovery pariwisata. Sampai minggu lalu tercatat 60,2% vaksin pertama,” ujarnya.
Bobby berharap kesadaran masyarakat DIY akan hal ini benar-benar mampu menjadi dari bagian hidup kedepan sebagai bekal knowlage hidup berdampingan dengan Covid 19.

Sementara Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) DIY, V Hantoro berharap turunnya level PPKM diikuti kebijakan dibukanya destinasi wisata. “Masyarakat sudah mulai pingin ada kegiatan, saat ini sudah ada beberapa yang minta ke luar Yogya,” jelasnya

Lebih lanjut Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) yang juga GM The Rich Jogja Hotel Herryadi Baiin menyebutkan weekend terakhir PPKM Level 4 okupansi sudah mulai menggeliat, tingkat hunian sudah bisa mencapai 35 persen. “Semoga semakin membaik setelah memasuki level 3, namun harus tetap waspada dengan disiplin prokes,” tegasnya

Menurut Herryadi kalau berharap normal 100 persen seperti 2 tahun sebelum pandemi, dirinya masih pesimis hingga 2022. “Pembatasan kegiatan dalam prokes juga menjadi faktor tidak dapat bergerak 100 persen. Saat ini kita berharap okupansi dan kegiatan kegiatan di hotel bisa naik 60-70 persen,” ujarnya.(Vin)

 

 

BERITA REKOMENDASI