Libur Lebaran, Kunjungan Wisata di DIY Dibatasi 50%

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRjogja.com – Destinasi wisata di DIY tetap melayani kunjungan wisatawan selama libur Hari Raya Idul Fitri/Lebaran 1442 H, kecuali yang berada di zona merah dan orange wajib tutup atau tidak ada aktivitas kepariwisataan.

Destinasi wisata di DIY yang beroperasional harus tetap menguatkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19, jumlah wisatawan dibatasi sesuai daya dukung hanya 50 persen dari kapasitas destinasi, memprioritaskan wisatawan lokal atau dari DIY dan meniadakan event sementara waktu guna mencegah terjadinya kerumunan.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY Singgih Raharjo menyampaikan, jam operasional destinasi dibatasi hingga pukul 21.00 WIB dan diharapkan reservasi online maupun pembayaran nontunai melalui aplikasi Visiting Jogja. Pihaknya juga akan menerjunkan Tim Monitoring guna memantau aktivitas di destinasi wisata tersebut.

“Kami meminta para ASN di Dispar agar melakukan staycation

di akomodasi yang ada di DIY guna menggerakkan sektor pariwisata yang okupansinya hanya di kisaran 15-20 persen. Imbauan staycation

ini semoga dapat diikuti ASN di DIY dengan adanya kebijakan larangan mudik, jadi gunakan waktu yang ada untuk staycation

selama libur Lebaran,” ujarnya di Kepatihan, Yogyakarta, Senin (10/5).

Singgih mengatakan, apabila ada wisatawan dari luar DIY lolos pemeriksaan di Posko Penyekatan, tetap diperbolehkan masuk ke destinasi wisata selama memenuhi persyaratan yakni membawa surat kesehatan sebagai pelaku perjalanan. Sedangkan wisatawan lokal dari dalam DIY tidak perlu menunjukkan surat kesehatan, namun tetap diminta mematuhi protokol kesehatan jika berkunjung ke destinasi wisata yang sudah mengarah kepada digital ekosistem.

“Destinasi wisata outdoor

seperti pantai, pegunungan, hutan dan sebagainya paling banyak diminati wisatawan selama pandemi. Hal ini membuktikan wisatawan sudah mulai teredukasi memilih destinasi wisata yang sehat,” tandasnya.

Dikatakan, 127 destinasi yang ada di Visiting Jogja tetap buka selama libur Lebaran 2021. “Namun jika di destinasi wisata tersebut sampai terjadi kerumunan, itu pelanggaran prokes, sehingga akan ditutup sementara,” imbuh Singgih.

BERITA REKOMENDASI