Libur Nataru di Yogya, Parkir Alternatif Diperbanyak

YOGYA, KRJOGJA.com – Peningkatan volume kendaraan di Kota Yogya diprediksi akan mulai meningkat pada pekan depan. Sebagai bentuk rekayasa manajemen lalu lintas, Dinas Perhubungan bakal memperbanyak parkir alternatif serta mengoptimalkan teknologi informasi (TI).

Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogya Agus Arif Nugroho dalam keterangannya kepada media beberapa waktu lalu menuturkan parkir alternatif akan diprioritaskan untuk bus pariwisata. "Beberapa tempat sudah kami pilih untuk lokasi parkir alternatif. Selain di timur GOR Amongraga, lokasi parkir GL Zoo di sisi timur juga akan kami fungsikan," tandasnya. 

Khusus di GL Zoo, parkir alternatif akan dioperasikan usai jam operasional kebun binatang tersebut berakhir, yakni pada sore hingga malam hari. Kapasitasnya juga cukup besar hingga mampu menampung 108 bus pariwisata sekaligus. Parkir GL Zoo di sisi barat juga bisa dimanfaatkan namun saat ini masih dalam perbaikan.

Selain itu, lokasi parkir alternatif lain yang memungkinkan ialah di halaman Stadion Mandala Krida serta lantai tiga Pasar Beringharjo. Hanya, kedua tempat tersebut masih dalam proses pemetaan. Terutama menyesuaikan kegiatan yang sudah terjadwal di tempat tersebut. 
"Pengalaman saat libur Lebaran kemarin, dalam sehari ada sekitar 1.200 bus yang masuk ke pusat kota. Untuk mengakomodasinya dibutuhkan lahan parkir seluas empat hektare. Dengan kondisi sekarang, tidak memungkinkan mencari lahan seluas itu. Makanya parkir alternatif perlu diperbanyak," imbuhnya.

Operasional parkir alternatif juga didukung moda transportasi Trans Jogja sebagai armada penghubung ke pusat kota. Dipilihnya Trans Jogja karena merupakan angkutan milik pemerintah. Meski penumpang harus menambah biaya transportasi, namun cukup terjangkau yakni Rp 3.500 sekali jalan. Kebutuhan moda transportasi penghubung juga bisa diperbanyak menyesuaikan kebutuhan.

Kawasan Malioboro sebenarnya sudah terdapat beberapa kantong parkir bus pariwisata. Seperti di Ngabean untuk bus dari arah selatan dan barat, Abu Bakar Ali untuk bus dari arah utara dan Senopati untuk bus dari arah timur. Beban paling tinggi ialah bus dari arah timur sehingga kantong parkir alternatif diprioritaskan di wilayah itu. Operasional parkir alternatif pun jika parkir reguler sudah penuh.

Sedangkan terkait optimalisasi TI, Dinas Perhubungan akan memanfaatkan Virtual Messages Service (VMS) yang terpasang di beberapa simpang strategis. Terutama untuk memberi informasi terkait kondisi lalu lintas maupun tempat parkir kendaraan. Durasi traffic light yang sudah menerapkan sistem ATCS juga akan diatur menyesuaikan antrean kendaraan. "Kami juga kerja sama dengan Dinas Komunikasi Informasi dan Persandian untuk 'SMS Blasting'. Begitu masuk wilayah Kota Yogya, pengendara akan menerima pesan singkat untuk menghindari ruas jalan tertentu saat kondisi padat," jelasnya. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI