Libur Selama Pandemi, ‘Reresik’ Malioboro Selasa Wage Dihidupkan Kembali

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Komunitas Pedagang Kakilima (PKL) di kawasan semi pedestrian Malioboro menghidupkan kembali kegiatan ‘Reresik’ Malioboro Selasa Wage pada Selasa (20/10), setelah ditiadakan atau vakum sejak Selasa (24/3) lalu akibat pandemi Covid-19. Kegiatan Reresik

Malioboro Selasa Wage ini mulai dihidupkan kembali tanpa meninggalkan standar operasional prosedur (SOP) kesehatan dan tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Pengawas dan Penasihat Koperasi Paguyuban PKL Malioboro Tri Dharma Rudiarto mengatakan, berbagai komunitas PKL Malioboro kembali meliburkan diri tidak berdagang pada Selasa Wage kali ini. Kegiatan tersebut baru pertama kalinya dilakukan Komunitas Malioboro pada masa pandemi Covid-19, setelah ditiadakan sejak Maret 2020 lalu.

“Kita mulai meliburkan diri lagi pada Selasa Wage ini, tetapi belum ada kegiatan bersih-bersih secara massal karena pandemi. Teman-teman baru sebatas bersih-bersih di lapak dagangan masing-masing guna mencegah kerumunan agar tidak terjadi penularan Covid-19,” ujar Rudiarto kepada KR.

Rudiarto mengungkapkan, sebenarnya tidak hanya Selasa Wage, komunitas PKL sudah membersihkan rutin lapaknya setiap Jumat. Terlebih setelah aksi anarkisme demo UU Cipta Kerja, Kamis (8/10) lalu. Kegiatan bersih-bersih dilakukan perlapak dan atas inisiatif masing-masing pemilik.

BERITA REKOMENDASI