Libur Tahun Baru, Pelaku Pariwisata Jangan Aji Mumpung

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemerintah Kota Yogyakarta agaknya semakin mempertimbangkan image kota terutama saat masa liburan seperti saat ini. Tak heran bila kemudian seruan untuk menjalankan peraturan bagi pelaku industri pariwisata di Kota Yogyakarta. 

Beberapa waktu terakhir di sosial media memang masih muncul keluhan wisatawan terkait tarif parkir yang mahal, becak motor yang memaksa berbelanja di gerai oleh-oleh tertentu hingga penjual makanan yang memberlakukan harga tinggi. Secara tak langsung, keluhan tersebut membawa image buruk bagi Kota Yogyakarta yang diberi predikat salah satu kota pariwisata Indonesia. 

Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti pun menaruh perhatian pada keluhan tersebut. Kepada wartawan ditemui di Kepatihan Kamis (28/12/2017) Haryadi mengaku siap mempidanakan pelaku pariwisata di Kota Yogyakarta yang melanggar aturan berlaku. 

“Saya minta para pelaku pariwisata tidak aji mumpung, tertib seperti biasanya meski memang tambah ramai karena liburan. Jangan harga dinaik-naikkan karena kalau melanggar, siap-siap saja pasti ijin dicabut dan dipidanakan, ‘nek nuthuk ngko tak thuthuk genti’,” ungkapnya. 

Secara khusus, walikota yang berpasangan dengan Heroe Poerwadi ini berpesan pada pedagang makanan agar tetap memperhatikan kualitas bahan yang digunakan. “Ini pemberitahuan agar semua tertib, pelaku kuliner harus hati-hati memperhatikan bahan, kadaluarsa dan jangan mempermainkan masyarakat, tidak hanya di Malioboro tapi seluruh wilayah hukum Kota Yogyakarta,” tegas Haryadi. 

Selain pada pelaku pariwisata, dalam kesempatan tersebut Haryadi juga meminta wisatawan untuk tetap mengutamakan ketertiban dan taat pada peraturan yang berlaku. “Kalau taat aturan pasti semua enak, selamat berlibur dan tetap tertib,” pungkasnya. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI